![]() |
| Siluet gueee, keren ah! |
NOTE: Tidak semua yang dibaca adalah benar. Gunakan intuisi Anda dalam menentukan tips ynag berharga. Terima kasih, selamatt berlibur.
| Our full team! *Sunrise at Sawarna* |
Sebuah cerminan isi perut (otak-red) lelaki gendut nan sexy, yang dipenuhi cairan siap tumpah kapan aja (daripada muntah, mending boker!), mengindikasikan kesoktahuan dan membuktikan bahwa ada hubungan antara otak, perut, pantat, dan kaki. Nulis bebas tanpa tau aturan, hanya sekedar ekspresiin diri dg cara berbeda. Ga punya tujuan apapun, cuma pengen ngeluarin, sama halnya pas kita boker.
![]() |
| Siluet gueee, keren ah! |
NOTE: Tidak semua yang dibaca adalah benar. Gunakan intuisi Anda dalam menentukan tips ynag berharga. Terima kasih, selamatt berlibur.
| Our full team! *Sunrise at Sawarna* |
Ya, entah apa rasanya jadi seorang pensiunan. Semoga Allah mencukupkan usia saya hingga saat itu. Semoga sebelum pensiun nanti, semua kewajiban saya memberikan sumbangsih kepada bangsa ini terbayarkan dengan lunas. Dan semoga saya menjadi orang yang berbahagia karena amanah yang tertunaikan dengan sempurna. Amin..
Waw, kayanya masih terlalu pagi buat ngomongin isteri-isterian yak?! Pacar aja aku tak punya (huhu, sedihnya! Hehe..). tapi berhubung deket-deket ini gw banyak ngobrol ma orang yang lebih tua (yang omongannya ga jauh-jauh tentang calon bini), gw jadi sedikit tertarik untuk mencari wanita-wanita yang sepertinya cocok untuk dijadikan isteri buat gw, buat lo, buat siapapun.
Sedikit kontroversial karena orang-orang yang mungkin gw tulis namanya menjadi “isteri idaman” yang gw temuin di STAN adalah mereka yang telah memiliki pendamping walaupun hanya berstatus pacar. Buat para pacarnya, berbahagialah kalian memiliki pacar yang menjadi idaman. Sedikit subjektif karena orang-orang yang gw pilih adalah orang-orang yang gw kenal, orang-orang yang menarik perhatian gw, dan gw ga peduli apa kata orang tentang selera gw ini. Sedikit membingungkan karena wanita di STAN dapat dihitung dengan jari-jari belasan orang utan, dikit banget dah. Sedikit menjual dan mengiklankan mereka yang gw tulis namanya supaya naik pasaran mereka (haha, maksudnya naik gengsi mereka di mata cowo-cowo!). Sedikit melelahkan karena gw menulisnya disela-sela penyusunan karya tulis yang tiada pernah usai itu. (huu~).
Berikut ini adalah chart listnya (alah!), in random order:
1. Intan Pravitasari
2. Dewi Hulupi
3. Aria Sita Dewi
4. Norma Gita Liani
5. Dian Rahayu Nugraheni
Kebanyakan dari mereka memiliki sifat keibuan dan kemandirian yang luar biasa. Sosok yang tangguh tapi tetap sadar akan kodrat mereka sebagai seorang wanita. Pinter mengurus kebutuhan dapur dan memiliki kecerdasan yang diatas rata-rata (ya, iyalah anak STAN gitu loh! Haha..). Yah dapat dipastikan, andal dalam urusan rumah tangga, rajin, berpenampilan eye-catching, dan bisa ngebuat gw tenang kalo lagi bercerita. Waw, promosi banget gw...
Nah, begitulah kira-kira sosok kelima calon isteri idaman versi gw. Untuk kelimanya, tetaplah menjadi wanita yang mengagumkan. Jangan lupa PEMBAYARAN atas iklan ini. Ckakakak..
(_achmyhoolicz!)
Lagi enak-enak nonton Indonesian Idol, tiba-tiba dikagetkan ma breaking news di RCTI. Dalam pikiran gw, ada kejadian apa nih yang bakalan bikin dunia nganga. Yah, secara seringnya itu
Taunya, tentang kenaikan BBM, bahan baker minyak. Yang ngumumin itu Menteri Keuangan, my big boss, Bu Sri Mulyani, Menteri ESDM, Pak Purnomo, Menko Kesra, Aburizal Bakrie, Menteri Perdagangan, Bu Marie Eka, Menteri Sosial, yah yang ini gw lupa namanya. Ga ada SBY atau JK. Kemana mereka?!
Minyak, minyak. Kenapa kita semua bergantung pada minyak?! Gw, lo, kita semua. Itulah yang ngebuat minyak dunia makin tipis stoknya dan tentunya harganya makin melambung. Yaw, memperdebatkan minyak emang ga pernah ada abisnya. DPR ma pemerintah pada debat, pemerintah ma mahasiswa berdebat, bahkan sesama mahasiswa di kelas gw pun berdebat tentang kenaikan BBM itu. Dan yang paling-paling, logika gw juga ikut-ikutan berantem, berdebat ma hati gw. Parah..
Kenapa logika dan perasan harus saling bertentangan yah? Kenapa otak gw setuju, tapi hati gw bilang ga? Ah, sebel. Setelah gw analisis ternyata gw setuju gara-gara gw mendukung segala kebijakan pemerintah dan gw tau bener seluk-beluk APBN. Tapi gw juga ga setuju karena gw tau kalo masyarakat
Yah, gw harus mengutara kesetujuan gw terhadap kebijakan pemerintah yang satu ini, menaikan harga BMM gara-gara harga minyak dunia yang selangit, gilingan mencapai U$117/barrel. Ini artinya pemerintah harus mensubsidi berapa rupiah per liter BBM. Hal ini tentunya akan mengacak-acak APBN yang uda dengan hati-hati disusun oleh pemerintah kita. Gw tau banget kalo ngutek-ngutek APBN itu susahnya minta ampun. Gw aja yang cuma nganalisis APBD, yang notabenenya masih lingkup daerah, bukan nasional, itu repotnya mpe pengen nangis rasanya. Gimana mereka, para pejabat pemerintah yang harus menyusun dan menjaga keseimbangan APBN satu negara yang katanya memiliki penduduk ke empat terbanyak di dunia dan masih dalam kondisi krisis berkepanjangan.
Yah, emang kalo dipikir-pikir kasian juga tuh pemerintah. Di satu sisi mereka juga rakyat biasa yang ga mau kalo harga bahan-bahan pemenuh kebutuhannya jadi pada melambung tinggi. Tapi di sisi yang lain, mereka harus menaikan harga BBM supaya bisa ngejaga keseimbangan APBN, kaya yang tadi gw uda jelasin. Udah gitu, didemoin ma orang-orang tiap hari yang kata-kata orasinya bikin kuping panas. Beh, emosi jiwa dah kayanya tuh..
Tapi di lain pihak, ko gw juga kasian ma rakyat
Ga tega ngeliat di berita, nenek-nenek, ibu-ibu, kakek-kakek, semuanya yang nangis akibat naiknya tuh harga BBM. Pengen rasanya ngebantu mereka, menyuarakan apa yang mereka rasa kepada pemerintah, karena gw mahasiswa, pekerjaan yang dianggap intelek dan bisa menggulingkan roda pemerintahan oleh orang-orang tabu. Tapi bukan dengan cara tidak menaikan harga BBM. Pemerintah juga kalo ga kepaksa juga ga bakalan naikin harga BBM. Seperti yang uda diulang beberapa kali oleh para pejabat yang berwenang menaikan harga BBM kalo menaikan harga BBM itu opsi terahir, opsi yang dilakukan kalo kebijakan yang lainnya udah ga nembus.
Emang pada intinya, bangsa
Nasi udah jadi bubur. BBM udah dinaikin, sekarang tinggal pemerintah yang tanggung jawab atas kebijakan yang diambilnya. Mereka harus memeperhatikan rakyat akibat naiknya BBM ini. Mereka harus segera mengantisipasi makin banyaknya orang miskin, dengan cara apapun. BLT yang mereka canangkan mudah-mudahan berhasil dan berdaya guna. Program yang merupakan solusi itu harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, biar semua rakyat yang seharusnya memiliki hak ini dapat terbantu. Gw rasa pemerintah juga harus memutar otak lebih banyak untuk mencari program apa lagi yang bisa dijalankan dan berdaya guna juga supaya bisa ngebantu masyarakat yang membutuhkan bantuan tentunya.
Yah pada dasarnya tulisan ini cuma dilandasi kekagetan gw. Gw emang ga tau apa-apa tentang ini semua, tapi paling ga, gw nyoba untuk ga tutup mata, tutup telingan akan semua ini. Mudah-mudahan gw bisa berkontribusi. Walao logika gw yang didasari pada pengetahuan gw bilang setuju, dan hati gw yang didasari pada rasa iba akan ketidaksiapan bangsa ini menghadapi kenaikan BBM, gw tetep pengen bangsa ini maju. Pemerintah yang didukung seluruh rakyatnya tanpa terkecuali, semoga bisa jadi kenyataan. Gw pengen kita berguna. Ayo berkontribusi dengan cara kita masing-masing.
“Bangunlah jiwanya.. Bangunlah badannya.. Untuk Indonesia Raya!...”
-gw nulisnya pas banget sejam setelah BBM naek!-
(_achmyhoolicz!)