Tampilkan postingan dengan label Mie Rebus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mie Rebus. Tampilkan semua postingan

7 Agustus 2011

Sawarna, finally!

Ihaiii, S.A.W.A.R.N.A!!!!!! :)
9-10 Juli 2011
***

Berbeda dengan cerita perjalanan liburan saya sebelumnya, kali ini saya hanya akan membagikan tips dan trik berlibur kesana, enjoy it!

Siluet gueee, keren ah!
Butuh perjalanan sekitar 7-8 jam dari Depok/Jakarta untuk menuju Pantai Sawarna, 2 jam dari Pelabuhan Ratu. Mengingat jalur yang selalu macet, maka sebaiknya memang memilih untuk berangkat pagi-pagi buta dan sampai tujuan pas waktu makan siang atau Anda bisa pergi aga siangan dan sampai pas waktunya Tahajud, karena dipastikan akan terkena macet menunggu si Komo lewat.

Jalannya tidak begitu bersahabat, cukup membuat perut mual, pala pusing yang disertai dengan kelabilan mood, apalagi bagi Anda yang duduk di belakang. Disarankan untuk tidak menggunakan city car berpenumpang full atau penumpang mobil tersebut akan terpaksa turun dan jalan mendaki jalanan terjal sementara Anda akan menyetir dengan kekuatan penuh, keringat bercucuran serta emosi yang berantakan.

Ternyata Sawarna panas banget jendral. Buat yang biasa idup di kutub, bawalah perlengkapan anti kepanasan Anda. Kipas angin, kacamata hitam, dan sunblock pastinya. Gak usah bawa topi, Anda akan dipinjamkan topi petani yang sungguh amat unik dan pas untuk aksesoris pada foto Anda. Pastikan membawa kamera, karena pemandangannya sangat cocok untuk diabadikan pada kamera Anda, walau Anda sama sekali tidak berbakat dalam hal fotografi.

Pilihlah homestay yang terakreditasi A, alias aman, nyaman, masakan host yang enak, dan murah. Alhamdulillahh, kemarin saya mendapatkan homestay yang terakreditasi A dengan bantuan Uti, just follow her @utinilamsari. You can feel free to ask about that. Kalau bisa, gunakanlah momen traktiran kerabat terdekat Anda untuk biaya penginapan karena akan sangat membantu keuangan Anda. Jangan lupa, jaga barang berharga Anda dengan mengunci kamar atau homestay Anda. Bagaimanapun juga, banyak orang yang hilir mudik disana.

Sewalah jasa guide untuk berkeliling disana. Pilihlah guide yang tau jalan disana supaya Anda tidak nyasar. Selain itu, kemampuan berkomunikasi dan tampang juga amat diperlukan, siapa tahu Anda ingin berfoto dengannya di dalam gua. Jangan pilih yang menggunakan high heels atau anggota MLM tertentu. Kalau bisa, gunakanlah jasa guide yang direkomendasikan host homestay Anda. Untuk dua hari perjalanan keliling Sawarna, satu grup hanya membayar Rp100.000,-. Dengan jasa guide, Anda akan mengunjungi seluruh spot yang tersedia disana.

Gunakanlah sendal teplek atau bahkan sendal gunung untuk berjalan-jalan. Anda akan melewati bukit-bukit, jalan raya, persawahan, jembatan gantung, pasir pantai, padang lumut kuning, hingga karang bebatuan yang tajam. Hati-hati melangkah atau Anda bisa saka menginjak hewan air disana. Bawalah persediaan makanan dan minuman yang memadai. Janganlah membawa makanan dan minuman jika sedang bulan Ramadhan karena puasa Anda bisa batal.

Gunakanlah warna baju yang mencolok agar terlihat kontras pada foto Anda. Jangan tanggalkan baju Anda di sembarang tempat, apalagi Anda berperut tidak sedap dipandang. Janganlah pula mandi terlalu lama karena akan membuat teman Anda menunggu dengan kesal akibat pasir yang membuat pantat gatal.

Janganlah menggunakan makeup yang berlebihan. Jangan pula terlalu napsu ngeliat bule-bule berjemur. Bawalah diri Anda sesederhana mungkin. Janganlah Anda membawa pekerjaan, atau selama perjalanan Anda akan membolak-balikan kertas dan tidak bisa tertidur pulas. Dan gunakanlah kalimat, "Kami dokter dan mau ke RSUD" jika ditanya orang yang tidak dikenal. Bawalah hardisk eksternal Anda, siapa tahu Anda ingin meng-copy film Korea terbaru.

Pulanglah dari sana jangan terlalu sore, kemacetan masih mengintai Anda. Tidak usah membawa pasir pantai atau air laut karena akan memenuhi bagasi Anda. Jika Anda penakut, janganlah coba-coba naik motor melintasi jembatan gantung, apalagi membawa kamera, sesungguhnya itu akan membuat air mata Anda keluar beraturan disertai dengan muka yang tiba-tiba pucat pasi seperti nasi kemaren sore. #eh

Terakhir, janganlah lupa sholat lima waktu sebagai ungkapan syukur Anda. Bawalah bekal makanan yang banyak jika membawa teman yang berat badannya mendekati 90kg atau dia akan marah-marah sepanjang perjalanan. Bayarlah uang patungan Anda sesuai dengan perhitungan, jangan mencoba-coba untuk tidak membayar atau Anda akan dikucilkan serta dijodohkan dengan sapi-sapi yang sedang berlibido tinggi karena musim kawin telah tiba.

NOTE: Tidak semua yang dibaca adalah benar. Gunakan intuisi Anda dalam menentukan tips ynag berharga. Terima kasih, selamatt berlibur.

Spesial thanks, Indri, Uti, Teteh, Inggit, Mamang, dan Abang. Love yaa!!


Our full team! *Sunrise at Sawarna*
More photos at fachmyfajri.tumblr.com
Photos by Galih dan Indri

12 Februari 2011

Apa Rasanya Pensiun Nanti??

Jumat, 28 Januari 2011

Hari ini, spesial bagi Pak Carmadi, seorang kawan di ruangan yang akan mengakhiri masa tugasnya karena pensiun. Beliau yang selalu datang dan pulang tepat waktu, selalu mengajak saya sholat berjamaah saat adzan tiba, selalu membawa tape untuk kita seruangan. Beliau yang menginspirasi saya untuk hidup sehat (walau belum berhasil, hhe). Ada sekelumit cerita ketika saya bertugas bersamanya. Beliau selalu ribut kalo saya pasang AC dengan suhu terlalu rendah sampai akhirnya saya tipu dengan mengatakan kalo ACnya bocor, dan berhasillah saya, hehe (untuk yang satu ini saya sudah minta maaf, beliau hanya tertawa, paham). Yang jelas, saya tidak ada teman kontrol di poli jantung sekarang ini.

Sebenernya yang ingin saya share adalah pikiran saya berlari jauh ke suatu masa dimana saya yang harus pensiun. Apa ya rasanya berada pada posisi beliau saat ini?! Yang tiba-tiba menghilang dari rutinitas berpuluh-puluh tahun, yang hanya tercukupi oleh uang pensiun, yang tidak bisa berbuat lebih di institusi ini, post power syndrome pastinya.

Dari kejauhan saya memperhatikan aktivitasnya di hari terakhir ini, merapikan meja, membawa berkas yang dianggap perlu. Ahh, setitik embun tergenang dipangkal mata saya, terharu. Entah apa yang dirasa saat harus angkat kaki dari kursi yang setiap hari diduduki. Flash back saat mulai masuk kerja jadi cpns, haru biru persahabatan, jatuh bangun saat penugasan, semua mungkin termainkan dengan jelas.

Saat itu mungkin kita akan menyadari betapa kecilnya diri ini, betapa tak berdayanya kekuatan ini. Ya, saat itu mungkin akan timbul pemikiran jika tenaga, pikiran, dan sumbangsih kita sudah tidak diperlukan lagi, sudah ada tenaga-tenaga muda dengan pemikirian dasyat yang menjadi substitusi kita. Saat itu kita menyadari bahwa kita telah direnggut oleh hidup, tua.

Berjuta rasa untukmu Pak. Salam hormat saya selalu. Terima kasih atas bimbingannya selama ini. Mohon doanya agar saya bisa "lulus" sekolah ini.

Ya, entah apa rasanya jadi seorang pensiunan. Semoga Allah mencukupkan usia saya hingga saat itu. Semoga sebelum pensiun nanti, semua kewajiban saya memberikan sumbangsih kepada bangsa ini terbayarkan dengan lunas. Dan semoga saya menjadi orang yang berbahagia karena amanah yang tertunaikan dengan sempurna. Amin..

19 Oktober 2010

Birthday's words!

Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan ucapan selamat, doa, dan harapannya kepada saya di hari ulang tahun yang ke-23 kemarin. Semoga Tuhan terus menyertai saya dalam setiap langkah. Dan semoga kebaikan hati teman-teman dibalas pahala dari-Nya. Amiin..

Mumpung masih muda, mari bahagia!!

19 Juli 2009

Semarang Digoyang!

Hari ini bersejarah buat gw. Pertama kalinya gw naek kereta bisnis Jakarta-Semarang sendirian, pertama kalinya ke Stasiun Senen, pertama kalinya menganggap Yunus itu supir gw, pertama kalinya jalan-jalan sendirian di Atrium, dan yang paling penting pertama kalinya ke Semarang tanpa emak gw! Weeeeewww..

Naik bisnis dengan modal cuma seratus ribu, kesan pertamanya parah, parah, panas banget! Ini mah ekonomi versi bagusan dikit ajah. Banyak yang jualan, banyak yang kipas-kipas pake koran, banyak yang ngedumel karena pelayanan yang gag memuaskan, dan lain sebagainya. Gw yang notabenenya kebelet pipis, pas masuk WC gag jadi keluar tuh aer seni, hha.. Pertanyaannya, kenapa gag naek eksekutif aja my??????

Well, gw naek bisnis biar ada temen, Ojan. Tapi tau gitu mah gw pesen tiket eksekutif dari awal! Ojan, ojan, bikin orang spaning ajah lo mah! Hmm, perjalanan yang cukup membuat emosi, hha,, Gw gag bisa tidur, boro-boro dah! Keretanya ngebut banget, uda gitu pake klakson mulu, beuuh bikin parnoo.. Mana tengah malem kelaperan, keausan, kedinginan. Satu hal, obat tidur yang gw minum tidak ampuh sama sekali, bete!

Sampe di Semarang subuh, sekitar jam setengah limaan. Dijemput sama Opah yang bikin bete! Tapi karena uda dijemput yaa harus baik, hhe.. Doi ditemenin Harun dan mana si Ilam bodoh yaa, janjinya mao jemput gw?! Semarang di saat sang surya belum berani mengeluarkan tajinya, aga parno gw. Kota tua di depan mata, ada bendungan yang dibuat buat nampung aer supaya gag banjir, seereeemmmmm..

Sepi, senyap, tak ada tanda-tanda kehidupan malam. Hanya pedagang sayuran yang mau tidak mau harus meningalkan kasur mereka sejak dini hari tadi. Tiba di rumah budenya Opah, hangat, senang! Ada Ilam dengan muka bodohnya (dan percayalah, muka itulah yang selalu berhasil membuat gw tersenyum bahagia, tengz bro!), Kambing yang nemenin gw ngenet subuh-subuh, Ailum yang baru gw kenal, Nyamnyul yang tidur (tetap) dengan muka tuanya, Anggiat dengan kelakuan tidurnya yang anomali, dan Harun yang tidurnya miring. Hhaha, saya senang..

Ahh, memang menyenangkan berkumpul dengan teman-teman. Bersama kami datang ke Pesta pernikahan Indra, seru, deg-degan, dan tetap senang. Sayangnya saya bad mood, ngantuk dan Semarang panaaaassss banget, gag bangetlah buat keluar-keluar sekedar buat foto-foto ajah! Pengen pulang, pengen pulang, pengen pulang..

Beli oleh-oleh di Bandeng Jowanna (am I rite?!), makan siang (lagi) dimanalah itu namanya (lagi-lagi saya lupa! Hmm, tak pernah ingat tepatnya..) bareng-bareng, bikin seneng. Harun dan Anggiat duluan, Ilam juga uda naek bus ke Jogja, kami pun kembali ke rumah budenya Opah. Abis magrib, abis beres-beres seadanya, abis makan malam, abis bersih-bersih badan (gw engga, secara badan gw uda bersih dari sananya, hha..), kami pulang menuju Jakarta (horreee!!) dengan kereta bisnis yang sama ketika gw berangkat. Selamat tinggal Semarang. Nampaknya kita belum cocok dalam membina hubungan, hha! SAYA MASIH MENCINTAI JAKARTA..

29 April 2009

From Kalibata With Love!

Baru kali ini, setelah 20 tahun lebih mencintai Jakarta, aku merasa sesak, merasa kota ini tak lagi ramah. Macet yang biasanya sangat menyenangkan kala perjalananku menuju kantor mulai tak terasa. Hingar bingar Jakarta pun hanya menjadi antiklimaks bagi mendung yang menyelimuti hati. Aku rindu kalian, Jakarta hampa tanpa kalian..

Baru kali ini, setelah 20 tahun aku mengenal dan belajar mencintai Indonesia, aku harus mempertanyakan wilayah kekuasaan Indonesia yang begitu luas sehingga lagu Dari Sabang Sampai Merauke justru menjadi luka di hati. Mengapa Indonesia begitu besar, mengapa bukan Jawa saja, atau bahkan Jakarta saja yang disebut Indonesia sehingga aku dapat dengan mudahnya bertemu dengan mereka, teman seperjuanganku di Pusdiklat. Aku sayang kalian, Indonesia seharusnya bangga memiliki aset seperti kalian..

Ahh, aku sadar. Ternyata Indonesia lebih membutuhkan mereka dibandingkan hanya berkumpul bersamaku di sini. Ternyata Indonesia, Dari Sabang Sampai Merauke, selalu menjadi kebanggaan bagi kami, hingga peluh tidak lagi menjadi penting ketika perjuangan itu dimulai. Di sini, di Jakarta, aku menunggu kalian, berharap nasib baik mempertemukan kita kembali..

Selamat memulai episode baru dimanapun kalian berada. Teruskan perjuangan karena Indonesia membutuhkan jiwa-jiwa dashyat kita. Terima kasih telah menemaniku berjuang mangais jati diri selama ini, membuat 2,5 bulan menjadi sangat luar biasa untukku, mendewasakan aku. From Kalibata with love..

*Niatnya mao ditag ke temen2 via fesbuk tapi malas, haha!

6 April 2009

Tentang Hadiah dari Bu Wati..

Selasa 17 Februari 2009, aku tersentak! Setelah jalan jongkok masal gara-gara baris tak rapih, aku mendapat message dari Bu Wati, ada titipan katanya. Pikirku, ada surat atau apapun yang tertinggal di ruang MIA yang ingin dikembalikan padaku, Dimas, atau Popon. Beliau menelpon tapi aku tak mendengar, menyesal tak mendengar suaranya.

Jam 12,45, setelah makan siang, aku menemuinya sedang duduk sendiri. Berencana mengagetkannya tapi sudah kepergok, hehe! Setelah mencium tangannya, tiba-tiba beliau kembali ke kelasnya dan mengambil sekantong plastik kado untuk kami bertiga yang dibungkus rapih dengan kertas koran. ”Ini ada titipan untuk nemenin begadang di wisma”, kata-katanya begitu ampuh membuatku ingin menangis dan memeluknya.

Aku tidak kekurangan makanan sama sekali, aku pun tidak suka begadang seperti apa katanya. Namun hadiah itu sanggup membuat hatiku tersenyum. Semua orang bertanya, ”Itu apa? Dari siapa?”, dengan bangga aku menjawab, ”Dari Bu Wati, ibuku tersayang di kantor!” Senang rasanya mendapat bungkusan itu. Satu hari dari sekian hari yang ku jalani di Pusdiklat, dimana aku tak terpikir untuk pulang ke rumah.

Malamnya bersamka Dimas dan Popon kami menikmati hadiah itu. Ingin rasanya makan bersama beliau, seperti yang setiap hari kami lakukan ketika magang kemarin. Terima kasih dari hatiku yang paling dalam untuk cinta yang tercurah. Bahagia rasanya diberikan hadiah itu, walaupun kehadirannya di sini sudah berbentuk anugerah untukku. We love you, Ibu Wati..

14 Februari 2009

Fitur Menarik 1A

Gag kerasa udah hampir dua bulan gw kerja di BPK, uda hampir dua bulan rute perjalanan gw berubah, tadinya Depok-Bintaro via Ciputat jadi Depok-Slipi via Mampang. Hmm, sampai saat ini sih di perjalanan sangat menyenangkan. Macet yaa dinikmatin aja, seneng malah (haha, psiko!). dan yang paling penting, selama hampir dua bulan ini juga gw bangun tiap pagi jam 5! Waaaw, rekor banget buat dunia perbangunan gw, haha emang sii kecuali Sabtu Minggu. Ini dua hari mah gw bangun jam 5 sore! Wkwkwk,,

Kerja kata orang lebih cape, lebih membosankan, lebih gag enak, dan emang bener banget kaya gitu, sekarang gw gag bisa lagi ketawa ngakak kaya di kelas waktu masih kuliah, gag bisa lagi ngatain orang semau udel gw (lah, gimana bisa ngatain, ngomong aja degdegan, eselon oiii!!!hahah,,), gag bisa males-malesan dan ngobrol sepanjang hari, semuanya terlihat lebih kaku. Tapi semua hal tersebut hilang ketika gw untuk sementara waktu ditempatkan di MIA AKN I.A.

Bener banget kata seseorang kalo MIA IA bikin lo nyaman, bikin lo seneng buat dateng ke kantor, dan bikin lo gag ngerasa kalo lo udah one step ahead ke dunia perkantoran. Ya, gw ngerasa kalo ruangan adalah rumah gw, gag boleh berantakan, dan pewe! Hehe.. Merekalah yang membuat gw sampe sepewe itu, sampe membuat gw bertahan dari rutinitas yang sangat menjemukan itu.

Bu Wati yang baiiiikkkk banget, yang memerankan figur ibu di ruangan sehingga gw merasa terlindungi dari masalah apapun, seorang eselon IV yang membumi. Makasih yaa bu buat semuanya, ibu telah menerima kami, membimbing kami menapaki dunia yang baru buat kami, menyapa kami dengan kasih sayang. Gag pernah sama sekali gw merasa disuruh, demi nama Tuhan, sampai saat ini gw ikhlas nemenin lembur atau disuruh apapun sama ibu yang satu ini. Maaf yaa bu, kalo selama ini Amy cuma bisa jadi sampah yang gag bisa apa-apa. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan ibu, amin!

Pa Mar yang lucu dan bersahabat, yang sangat berjiwa muda dan menyenangkan buat gw kerjain, hehe! Nii bapak satu walopun Juni 2009 bakalan pensiun tapi masi aja punya semangat yang luar biasa sehingga nularin gw untuk lebih bersemangat menghadapi pekerjaan. Dia yang selalu bikin suasana menjadi renyah karena guyonannya, membuat hati ikut tersenyum di setiap kesempatan. Makasih yaa pa buat persahabatan unik kita, maafin kalo Amy banyak gag ngertinya, hehe! Semoga bapa sehat selalu dan tetep bersemangat. Inget loh, bapa pernah janji mao ngasih selamat kalo Amy jadi kepala auditorat kaya Pa Mahendro!

Mba Maya, Mba Ane, dan Mas Aat yang membuat gw merasa muda, karena mereka sudah tua, haha! Mba Ane yang nyebelin tapi bikin nagih (loh?!), yang tiap abis istirahat jadi pelayan restoran di lapotopnya, hehe. Mas Aat yang sering terlibat perbincangan aneh dengan Dimas dan Mas Erik, yang sedang meratapi nasibnya karena dijodohin sama Hendra, haha, Mba Maya yang jadi temen bertukar pikiran yang oke, yang sering banget curcol di setiap kesempatan dan cukup lumayan buat dijadikan sasaran caci, hihi. Makasih banyak atas kerja sama dan pertemanannya. Ayo kita berlomba-lomba menapaki karier di BPK! Maaf yaa kalo keseringan becanda. Gw bakalan kangen berat sarapan bubur di ruang rapat barengan lo semua. Mba Ane, cepetan kawin, inget umur udah hampir kepala tiga, hehe! Mba Maya, kapan mao gw temenin keliling Jakarta yang indah ini?!n_n

Hmm, masi banyak lagi deh yang seliweran tiap hari di ruangan. Mba Ani yang dibilang sesepuh ruangan (hehe!), Mas Erik yang kayanya kerjaannya lebih banyak di MIA daripada di Setpim, Mas Nurdi yang lucu dengan kemedokannya, Mba Kiki yang terlihat cerdas dan abis hamil (hoho!), Mba Luci yang imut-imut, Mba Tina yang rame, nyengiiiirr melulu, dan gag pernah pake rok, haha!, Hendra, Mba Eva, Mba Dini, Pa Tigno, Pa Agus, Mba Rina di ruang sebelah, Mas Farhan dan Mas Danar yang jadi musuh orang bawah karena sering nganterin kerjaan, Pa Eko, dan banyaaakk lainnya. Tentunya Pa Mahendro, sebagai pemeran utama di Auditorat 1A, makasih banyak yaa pa!

Gag kerasa uda hampir selesai gw bertugas di sana, di ruangan yang penuh dengan kehangatan itu. Sekarang saatnya gw kembali berjuang di tempat lain, Pusdiklat Kalibata (Alhamdulillah gag jadi di Makassar!). Terima kasih untuk semua kasih yang uda diberikan buat gw, untuk semua ilmu yang menjadi bekal gw melangkah lebih gagah, dan untuk semua senyuman itu. Tolong doain Amy yah, supaya makin mantap menjalani hidup dan menatapi karier, aminn! Sampai bertemu di lain kesempatan. n_n
LOVE U, ALWAYS.....

Note:
Tengz berat buat Popon sama Dimas yang uda jadi partner yang menyenangkan dan dapat diandalkan. Kapan yah kita bisa satu ruangan lagi?!

17 Oktober 2008

Kuingin Memanggilmu Hanya dalam Tulisan

Wuih, judulnya ga nahan dah! Agak sedikit ga nyambung dengan apa yang mw gw tulis nih, tapi biar lebih menjual dan terlihat intelek, maka gw terinspirasi untuk memakai judul ini. Hehe, piss..

Tulisan adalah sebuah bentuk bahasa yang gw rasa setiap orang bisa berkomunikasi lewatnya. Sekarang siapa coba yang bisa melewati harinya tanpa melakukan komunikasi. Walopun tulisan cuma dateng sebagai alternatif dari komunikasi lisan tapi tetp aja tulis-menulis bisa mendatangkan keuntungannya sendiri. Yah, banyak orang yang memilih berkomunikasi lewat tulisan, surat, sms, dan laen-laennya (secara sekarang teknologi uda maju, jadi gw ga tw lagi dah contoh komunikasi lewat tulisan!). Mereka lebih banyak memilih lewat tulisan karena dianggap lebih formal, lebih mudah karena ga usah pake ekspresi, lebih sedikit memainkan mental, deesbe dah.

Tulisan juga bisa dijadiin hobi (kaya yang gw lakuin nih! Cieeeh..). Yah, enaklah punya hobi nulis. Jadi kalo uda kesel dan lagi ga ada yang bisa diajak sharing, nulis bisa ngilangin kekesalan itu. Nulis juga bisa jadi temen yang paling aman dalam menjaga rahasia tentang apa yang kita ceritakan di dalamnya. Haha, terlihat sangat persuasif, tapi gw ga bermaksud ngiklan loh.. Oia gw juga sangat terbiasa mencatat kuliah atau apapun itu dengan sangat cepat, rapi, terstruktur, dan lengkap loh! Mungkin ini dampak langsung gw suka nulis kali yak! Udah gitu, kata banyak orang, tulisan gw enak dibacanya, baik kata-kata maupun kerapihannya. Kata orang-orang loh, kata gw juga siih! Haha, narsis bet ah! Norak yak?!

Banyak orang juga menjadikan tulisan sebagai objek penghasilannya. Yap, setau gw tuh si penulisnya Harry Potter udah jadi wanita terkaya kedua di bidang entertainment cuma gara-gara mengkomunikasikan khayalannya tentang penyihir-penyihir muda. Belom lagi kaya Raditya Dhika yang tiba-tiba jadi populer gara-gara tulisan nyelenehnya itu. Jadi, gw cuma bilang nulis itu datengin banyak banget keuntungan loh. Ini yang baru-baru ini gw sadarin..

Sayangnya, banyak orang yang bisa nulis tapi ga bisa berkomunikasi dengan baik lewat tulisannya itu. Pada intinya tulisannya ga enak dibaca (mungkin kaya tulisan-tulisan gw yang emang cuma enak dibaca oleh penulisnya sendiri!). Berangkat dari hal itulah, gw juga berkesimpulan kalo nulis itu susahnya minta ampun. Perlu bakat, perlu latihan, dan yang pasti perlu keinginan. Bohong aja kalo ada yang ngomong nulis itu gampang, ga butuh bakat, ga butuh latihan atau ga butuh keinginan untuk nulis.

Tapi, setelah berpengalaman hidup selama kurang lebih 20 tahun (yah, ini mah belum makan asam garam kehidupan yak?!), gw menemukan banyak banget orang yang hanya bisa berkomunikasi lewat tulisan. Lewat sms misalnya. Yah, bukan berarti mereka ga bisa ngomong, tapi akan kelihatan lebih ekspresif aja, lebih enak dan nyambung ketika mereke berkomunikasi lewat tulisan dibandingin pas gw ajak ngobrol face to face. Aneh kan?! Ternyata ga aneh juga. Pernah gw mengkonfirmasi keadaan ini ke seorang temen gw, seorang yang sangat lihai dalam memainkan kata-kata, seorang yang sangat-sangat pandai berkomunikasi lewat tulisan sehingga membuat seolah-olah tulisannya itu yang hidup berbicara ke gw, dan dia bilang kalo emang dia tidak terbiasa mengkomentari segala sesuatunya dengan ucapan, dia lebih nyaman ketika mendapatkan informasi ya dengan dicatat dan menginformasikan ke orang lainnya juga dengan catatannya tadi yang dia buat. Yah, emang terdengar cuma masalah biasa atau tidak, bisa atau tidak, dan nyaman atau tidak.

Sedikit ingin bercerita tentang seorang temen gw yang memiliki kelemahan jika dia harus ngobrol bareng gw secara langsung. Yup, dia sangat bingung sekali harus bermain kata demi kata kalo ngobrol ma banyak orang. Dan harus diakui, gw pun kurang ngerti dengan apa yang dia omongin (Yah, kata orang itu mah emang gwnya yang lemot! Huh..). tapi beneran, gw ga ngerti banget apa yang gw tanyain eh dijawabnya kaya apa. Sampe ahirnya gw menemukan cara supaya bisa konek ma dia. Yup, dengan bantuan sms dari hp. Terbukti apa yang gw lakuin berhasil. Dengan mudahnya gw bisa mengerti apa yang dia maksud lewat tulisan smsnya itu, bahkan untuk urusan yang gw ga ngerti sama sekali, komputer misalnya.

Ada kasus lain, temen gw yang ga pernah manggil gw secara langsung, ga pernah ada bahan pembicaraan kalo ketemu gw, ga pernah menatap mata gw seakan-akan menghindar kalo gw pengen nanya-nanya ke dia. Gw berpikir, apa ada yang salah dari diri gw?! Apa dia tidak terbiasa dengan kehebohan gw dikala gw harus berinteraksi dengan banyak orang?! Ternyata setelah gw konfirmasi ke orangnya bukan tuh. Lah terus kenapa?! Padahal, dia sering banget sms gw, nanya-nanya tugas ma kabar orang-orang via sms hpnya itu. Yah, ternyata gw tw. Dia tidak terbiasa berkomunikasi dengan ucapan. Dia lebih nyaman kalo ngobrol ma gw via sms, via chat room, dan via surat kali yak?! Haha..

Lagi-lagi masalah nyaman atau tidak, masalah biasa atau tidak. Apakah masalah berkomunikasi hanya dipengaruhi sama kenyamanan dan kebiasaan?! Kalo gitu bener kata orang kalo nulis pun butuh adaptasi dan membiasakan diri. Ya kan?! Gw ga tw dah.. Balik ke masalah temen gw itu, seorang yang tulisannya gw anggep bisa ngomong tanpa harus congornya yang ngomong, sampe sekarang dia dan gw hanya bisa berkomunikasi dengan lancar ya via tulisan, via sms itu. Sepertinya memang dia hanya ingin memanggil gw hanya dalam tulisannya saja. Yeeeeaaaah, ahirnya ada korelasi juga antara tulisan gw ini ama judul yang gw buat! Senangnya, haha..

22 Juli 2008

5 Calon Isteri Oke yang Gw Temuin di STAN…

Waw, kayanya masih terlalu pagi buat ngomongin isteri-isterian yak?! Pacar aja aku tak punya (huhu, sedihnya! Hehe..). tapi berhubung deket-deket ini gw banyak ngobrol ma orang yang lebih tua (yang omongannya ga jauh-jauh tentang calon bini), gw jadi sedikit tertarik untuk mencari wanita-wanita yang sepertinya cocok untuk dijadikan isteri buat gw, buat lo, buat siapapun.

Sedikit kontroversial karena orang-orang yang mungkin gw tulis namanya menjadi “isteri idaman” yang gw temuin di STAN adalah mereka yang telah memiliki pendamping walaupun hanya berstatus pacar. Buat para pacarnya, berbahagialah kalian memiliki pacar yang menjadi idaman. Sedikit subjektif karena orang-orang yang gw pilih adalah orang-orang yang gw kenal, orang-orang yang menarik perhatian gw, dan gw ga peduli apa kata orang tentang selera gw ini. Sedikit membingungkan karena wanita di STAN dapat dihitung dengan jari-jari belasan orang utan, dikit banget dah. Sedikit menjual dan mengiklankan mereka yang gw tulis namanya supaya naik pasaran mereka (haha, maksudnya naik gengsi mereka di mata cowo-cowo!). Sedikit melelahkan karena gw menulisnya disela-sela penyusunan karya tulis yang tiada pernah usai itu. (huu~).

Berikut ini adalah chart listnya (alah!), in random order:

1. Intan Pravitasari

2. Dewi Hulupi

3. Aria Sita Dewi

4. Norma Gita Liani

5. Dian Rahayu Nugraheni

Kebanyakan dari mereka memiliki sifat keibuan dan kemandirian yang luar biasa. Sosok yang tangguh tapi tetap sadar akan kodrat mereka sebagai seorang wanita. Pinter mengurus kebutuhan dapur dan memiliki kecerdasan yang diatas rata-rata (ya, iyalah anak STAN gitu loh! Haha..). Yah dapat dipastikan, andal dalam urusan rumah tangga, rajin, berpenampilan eye-catching, dan bisa ngebuat gw tenang kalo lagi bercerita. Waw, promosi banget gw...

Nah, begitulah kira-kira sosok kelima calon isteri idaman versi gw. Untuk kelimanya, tetaplah menjadi wanita yang mengagumkan. Jangan lupa PEMBAYARAN atas iklan ini. Ckakakak..

(_achmyhoolicz!)

21 Juli 2008

Kenaikan BBM, Antara Logika dan Hati!

Lagi enak-enak nonton Indonesian Idol, tiba-tiba dikagetkan ma breaking news di RCTI. Dalam pikiran gw, ada kejadian apa nih yang bakalan bikin dunia nganga. Yah, secara seringnya itu kan kalo breaking news, kalo ga peristiwa bencana alam, yah peristiwa luar biasa lainnya, kaya terorisme, inflasi, SBY ngeluarin album, selebritis yang ketauan make narkoba, bom meledak, demo yang rusuh, dan laen-laennya. Jarang banget ada breaking news yang di dalemnya ngebahas tentang prestasi manusia-manusia Indonesia, atau tentang keluh kesah warga yang merasa terzholimi.

Taunya, tentang kenaikan BBM, bahan baker minyak. Yang ngumumin itu Menteri Keuangan, my big boss, Bu Sri Mulyani, Menteri ESDM, Pak Purnomo, Menko Kesra, Aburizal Bakrie, Menteri Perdagangan, Bu Marie Eka, Menteri Sosial, yah yang ini gw lupa namanya. Ga ada SBY atau JK. Kemana mereka?! Yap, mereka bilang per tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00 BBM bakalan naik. Premium naik sekitar 33.33% jadi sekarang harganya 6000 perak. Minyak tanah dari 2000 jadi 2500, dan solar yang tadinya cuma 4300 jadi 5500. Gila, kaget gw!

Minyak, minyak. Kenapa kita semua bergantung pada minyak?! Gw, lo, kita semua. Itulah yang ngebuat minyak dunia makin tipis stoknya dan tentunya harganya makin melambung. Yaw, memperdebatkan minyak emang ga pernah ada abisnya. DPR ma pemerintah pada debat, pemerintah ma mahasiswa berdebat, bahkan sesama mahasiswa di kelas gw pun berdebat tentang kenaikan BBM itu. Dan yang paling-paling, logika gw juga ikut-ikutan berantem, berdebat ma hati gw. Parah..

Kenapa logika dan perasan harus saling bertentangan yah? Kenapa otak gw setuju, tapi hati gw bilang ga? Ah, sebel. Setelah gw analisis ternyata gw setuju gara-gara gw mendukung segala kebijakan pemerintah dan gw tau bener seluk-beluk APBN. Tapi gw juga ga setuju karena gw tau kalo masyarakat Indonesia belum siap menerima kenaikan itu. BBM naik, itu artinya semua harga barang bakalan naik. Secara listrik pake BBM, transportasi pake BBM, ngebikin masakan pake BBM, semuanya pake BBM dah pokoknya.

Yah, gw harus mengutara kesetujuan gw terhadap kebijakan pemerintah yang satu ini, menaikan harga BMM gara-gara harga minyak dunia yang selangit, gilingan mencapai U$117/barrel. Ini artinya pemerintah harus mensubsidi berapa rupiah per liter BBM. Hal ini tentunya akan mengacak-acak APBN yang uda dengan hati-hati disusun oleh pemerintah kita. Gw tau banget kalo ngutek-ngutek APBN itu susahnya minta ampun. Gw aja yang cuma nganalisis APBD, yang notabenenya masih lingkup daerah, bukan nasional, itu repotnya mpe pengen nangis rasanya. Gimana mereka, para pejabat pemerintah yang harus menyusun dan menjaga keseimbangan APBN satu negara yang katanya memiliki penduduk ke empat terbanyak di dunia dan masih dalam kondisi krisis berkepanjangan.

Susah men, beneran dah! Ga ada gampang-gampangnya ngutek-ngutek tuh APBN, ya iyalah itu keuangan negara yang harus tersedia untuk 200 juta lebih masyarakat Indonesia. Gw tau kalo para pejabat itu adalah orang-orang pinter. Orang-orang yang berbeda dengan orang-orang di zaman orde baru. Gw menilai para pejabat sekarang lebih memakai nuraninya, lebih mementingkan kepentingan rakyat Indonesia. Percaya atau engga, gw harus percaya ma pemerintah, kita semua harus percaya sama pemerintah. Mereka itu pemimpin kita. Hmm, bukan karena gw sekolah gratisan di instansinya pemerintah dan bakalan jadi pegawai pemerintah, tapi karena gw emang harus bilang kalo gw salut ma mereka. Belum tentu gw bisa kaya mereka.

Yah, emang kalo dipikir-pikir kasian juga tuh pemerintah. Di satu sisi mereka juga rakyat biasa yang ga mau kalo harga bahan-bahan pemenuh kebutuhannya jadi pada melambung tinggi. Tapi di sisi yang lain, mereka harus menaikan harga BBM supaya bisa ngejaga keseimbangan APBN, kaya yang tadi gw uda jelasin. Udah gitu, didemoin ma orang-orang tiap hari yang kata-kata orasinya bikin kuping panas. Beh, emosi jiwa dah kayanya tuh..

Tapi di lain pihak, ko gw juga kasian ma rakyat Indonesia yah? Sepertinya mereka, kami, gw, lo, kita semua belum siap akan kenaikan BBM itu. Banyak yang bilang kalo naiknya BBM juga berarti akan bertambahnya masyarakat dengan status miskin. Gw setuju banget. Banyak juga artikel yang gw baca tentang kontradiksi kenaikan BBM, tulisan dari Kwik Kian Gie, dan kawan-kawan yang mempertanyakan itu semua, bahkan hingga isu adanya konspirasi negara tertentu yang ngedesak Indonesia menaikan BBMnya.

Ga tega ngeliat di berita, nenek-nenek, ibu-ibu, kakek-kakek, semuanya yang nangis akibat naiknya tuh harga BBM. Pengen rasanya ngebantu mereka, menyuarakan apa yang mereka rasa kepada pemerintah, karena gw mahasiswa, pekerjaan yang dianggap intelek dan bisa menggulingkan roda pemerintahan oleh orang-orang tabu. Tapi bukan dengan cara tidak menaikan harga BBM. Pemerintah juga kalo ga kepaksa juga ga bakalan naikin harga BBM. Seperti yang uda diulang beberapa kali oleh para pejabat yang berwenang menaikan harga BBM kalo menaikan harga BBM itu opsi terahir, opsi yang dilakukan kalo kebijakan yang lainnya udah ga nembus.

Emang pada intinya, bangsa Indonesia yang ga siap akan kenaikan BBM ini dihadapkan pada kenyataan kalo mereka harus siap membeli bensin, minyak tanah, solar, dan lain-lainnya dengan harga baru, harga yang mulai berlaku sejak tadi pagi. Gw pun ga siap kalo ntar makanan yang gw beli harganya jadi pada tinggi, buku yang gw beli jadi pada mahal, ongkos gw jadi ga murah lagi. Belom lagi listrik di rumah yang gw pake, secara kamar gw yang menjadi sumber keborosan listrik di rumah selaen dapur.

Nasi udah jadi bubur. BBM udah dinaikin, sekarang tinggal pemerintah yang tanggung jawab atas kebijakan yang diambilnya. Mereka harus memeperhatikan rakyat akibat naiknya BBM ini. Mereka harus segera mengantisipasi makin banyaknya orang miskin, dengan cara apapun. BLT yang mereka canangkan mudah-mudahan berhasil dan berdaya guna. Program yang merupakan solusi itu harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, biar semua rakyat yang seharusnya memiliki hak ini dapat terbantu. Gw rasa pemerintah juga harus memutar otak lebih banyak untuk mencari program apa lagi yang bisa dijalankan dan berdaya guna juga supaya bisa ngebantu masyarakat yang membutuhkan bantuan tentunya.

Yah pada dasarnya tulisan ini cuma dilandasi kekagetan gw. Gw emang ga tau apa-apa tentang ini semua, tapi paling ga, gw nyoba untuk ga tutup mata, tutup telingan akan semua ini. Mudah-mudahan gw bisa berkontribusi. Walao logika gw yang didasari pada pengetahuan gw bilang setuju, dan hati gw yang didasari pada rasa iba akan ketidaksiapan bangsa ini menghadapi kenaikan BBM, gw tetep pengen bangsa ini maju. Pemerintah yang didukung seluruh rakyatnya tanpa terkecuali, semoga bisa jadi kenyataan. Gw pengen kita berguna. Ayo berkontribusi dengan cara kita masing-masing.

“Bangunlah jiwanya.. Bangunlah badannya.. Untuk Indonesia Raya!...”

-gw nulisnya pas banget sejam setelah BBM naek!-

(_achmyhoolicz!)