Tampilkan postingan dengan label Ikan Bakar Asam Manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Bakar Asam Manis. Tampilkan semua postingan

21 Maret 2011

Geregesan..

Senin pagi, badan ga enak banget. Rasanya pingin banget diem di rumah aja, ga ngelakuin aktivitas apapun, apalagi kerja. Sayang, ga bisa. Gw masih harus ngerjain ini itu yang masih jadi kewajiban. Berangkatlah gw ke Kalibata.

Nyampe Kalibata, badan semakin ga keruan. Konsinyering ini emang bener-bener dah. Ga ada ampun gw dibuat. Batuk, pilek, sekarang pusing sama mual, lengkap tinggal demamnya aja dah. Mata beraer terus setiap ngeliat laptop. Bujug dah pokonya mah.

Sayang berjuta sayang, hari ini lembur nyelesain konsep akhir. Untung abis Magrib tadi sempet dikerokin sama dipijit tangan lentiknya Mba Yanti, entah apa jadinya badan gw kalo ga ada Mba gw yang satu itu, hehe. Dan saat ini sudah jam 23.30 malam, baru setengahnya yang dikoreksi, Ya Allah..

Kayaknya gara-gara keujanan kemaren. Heran gw, keujanan dikit doang, dari depan Mall masuk ke dalem aja uda begini yak, ujannya juga kecil ga bikin lepek sama sekali. Minum es teh dikit aja radangnya ga keruan, ampun-ampun. Ga bisa diajak kompromi bener.

Ahh udahlah, malah meracau ga jelas gw. Orang yang sakitnya lebih parah aja masih lebih semangat dan kuat dari gw. Masih banyak yang nyemangati gw. Semangat saya, mudah2an sakit ini bisa ngegugurin dosa-dosa gw yang seabrek yak, amin.

***

Tiba2 aja semangat baca tweet ini:

Hasan_acan
Ya Alloh smoga tmn saya ini dikuatkan..RT @fachmy_fajri: Ya Allahh ga kuaaaat! T.T


duniadianita
@fachmy_fajri waduh...itu bukan gr2 gw. Tp gr2 hujan Mie:( hikz2... Cepet sembuh ya. Semg kerjaan cpt beres dan cpt plg yah...take care


dmiqdas
RT @indri_hapsari: @fachmy_fajri @duniadianita @utinilamsari cepat sembuh amy... :)


RATIHdian
@fachmy_fajri semangaaat pake semangkaa!! :)

Gyahahaaa, thanks guys!

12 Februari 2011

Kontempelasi Malam Ini

Ciputra, pukul 02.00 dini hari. Saat kantuk dan malas menyerbu tanpa ampun, menggeregoti sisa semangat menyelesaikan pekerjaan.

Hanya terdengar suara nafasku yang terengah-engah mencoba membakar diri, sesekali suara tuts laptop menyeruak bilangan-bilangan pada matrik, pekerjaanku. Penat, ingin rasanya lari dari rutinitas, merumput pada fatamorgana malam Jakarta, atau sekedar pulang ke tempat aku dimiliki.

Ah, apa ini, tak seharusnya pikiran itu terbesit sedikitpun. Kewajiban-kewajibanku pada negara pada penugasan kali ini belum terselesaikan, pikiran dan tenagaku masih harus ku pakai demi secercah nafkah dan sebuah loyalitas bernama pengabdian tulus.

Aku malu. Disaat cita-citaku mengabdi kepada negara masih bernilai nol besar, disaat impianku memekikan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Merah Putih bahkan di tanah asing sekalipun belum tercapai, disaat mimpiku menyetarakan derajat bangsa masih menjadi angan, aku mulai menyerah dengan keadaan, aku mulai berlutut kepada kestagnansian.

Apa yang telah ku berikan kepada bangsa ini setelah 23 tahun mengaku bertanah air disini? Di saat pemuda seusiaku berjibaku membela bangsa melalui pertandingan olahraga, atau adik-adik juniorku memeras otak pada olimpiade science internasional, atau pemudi dengan misi pertukaran budaya. Aku bahkan mengeluh, mengutuk ketidakberdayaanku mengusir malas dan kantuk.

Arghh, sudahlah. Semoga kontemplasi ini berguna untukku menjalani dedikasi ini, mewujudkan asaku menjadi kebanggaan bangsa ini, meng-Indonesia-kan Indonesia.

"Bagimu Negeri, jiwa raga kami.."

22 Januari 2011

Bingkisan Hari Ibu Untuk Si Mamah..

Rabu, 22 Desember 2010, pukul 08.00 pagi..

Entah, ada yang berbeda ketika saya melakukan rutinitas ini
Saat saya membuka bekal sarapan pagi yang selalu disiapkan olehnya
Bibir saya bergetar, tak kuasa menahan deru
Tiba-tiba saja air mata ini jatuh tak tertahankan

23 tahun lamanya sudah saya hidup di dunia ini
Dan selama itulah saya disiapkan makanan olehnya
Masakannya memang belum sekelas Farah Quinn
Tapi buat saya, Ia juaranya.

Entah sampai kapan saya bisa dimanjakan olehnya
Melewati setiap malam bersama peluknya
Mengarungi gelombang hidup dengan cintanya
Kasihmu sungguh sebuah pelita bagi hati ini

Selamat Hari Ibu, Mah..
Terima kasih atas doa di setiap sholatmu
Terima kasih atas pengorbanan untuk saya
Terima kasih atas cintamu yang tak terbatas

Selamat Hari Ibu, Mah
Maaf jika saya selalu memberatkan perjuanganmu
Maaf jika terlalu sering lidah ini membuatmu terluka
Maaf jika sampai detik ini saya belum bisa menjadi kebanggaanmu

Ya Allah, sayangilah Ibuku, sayangilah kedua orangtuaku
Sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil
Amin.

Mah, bagi duit dong! Hehe..
XOXO

5 Desember 2010

Kado 23..

Ahaa, suka banget sama kado dari temen-temen ini.Kue pertama, kue kedua, kue ketiga, dan kado lukisan karikatur. Tiga kali dapet kue jadi dapet gelas cantik deh dari Bandar Jakarta, hha..


First Cake, dikeluarkan pas jam 12 malem di ciwidey, dengan disertai surprise yang aneh, namun tetep berkesan, ahaha,,,

Second Cake, pas lagi makan malem yang hangat di Utara Jakarta, surprise yang ngagetin, tiba-tiba aja gitu mbak2 sama mas2 Bandar Jakarta tereak selamat ulangtaun, hadehh, ahaha..

Third Cake, pas lagi romantic dinner di Bogor, di sebuah resto yang private dengan rintik gerimis yang bikin hati meleleh, hha! #lebay


Ahaiii, eng ing eng!! inilah kadonyaaa.. sebuah pajangan bergambar karikatur saya bersama mereka. Lucu dan sekarang jadi barang yang saya sayang, kekekkkkk
dan inilah mereka yang telah membuat ulang tahun saya begitu bermakna, kado untuk saya yang sebenarnya. :).

22 Oktober 2010

My Week!

Alhamdulillah..

Minggu ini bener-bener luar biasa banget buat saya, haff..
Mulai dari sidang kompre dan kelulusan saya jadi sarjana ekonomi, sarjana boi, sarjana!! (lebai, hha..) di hari Rabu yang dilanjutkan dengan sumpah PNS di hari Jumatnya serta sedikit “syukuran” di ruangan. Minggu ini pun ditutup dengan jalan-jalan dengan sahabat-sahabat tersayang ke Utara Jakarta dan Epicentrum. Oh God, praise of You!

Sebenernya ini bukan tentang apa yang saya dapet di minggu ini. Tapi ini tentang begitu murahnya Tuhan ngasi nikmat buat saya di tengah arogansi sebagai manusia. Astagfirullah.. Maha Pengasih-Mu Ya Rabb!

Maafkan saya Tuhan, maaf jika saya belum bisa menjadi manusia seperti yang Kau inginkan, maaf jika dosa ini terlalu berlapis membalut diri yang hina ini.

Terima kasih Tuhan, terima kasih atas berjuta nikmat dan capaian yang Kau berikan padaku, terima kasih atas kemurahan-Mu dan rezeki yang Kau turunkan untukku.

Semoga gelar sarjana dan ilmu saya bisa berguna untuk menopang kehidupan saya dan membangun bangsa ini..

Semoga sumpah yang saya ucapkan dapat saya laksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga pekerjaan ini bisa menjadi lahan jihad saya menuju-Mu..

Semoga rezeki halal yang saya terima dapat terus mengalir dan cukupilah rezeki saya agar saya tidak meminta selain kepada-Mu..

Semoga persahabatan yang kami jalin dapat menolong kami di dunia maupun di akhirat, dan jadikanlah kami manusia-manusia yang saling mencintai karena-Mu..

Amiin..

19 Oktober 2010

Tentang Rasa

Ini bukan hanya tentang kau dan aku
Ini tentang rasa..
Tentang cinta yang terlelap
Tentang abadi yang datang telambat

Aku kehilangan
Cahaya terang di awal ku jumpa
Puisi rindu di sepanjang jalanku
Mimpi manis akan mentari esok

Dapatkah kita bersama?
Dapatkah kita berbagi?
Selamanya...

21 Mei 2010

Saya sedang galak!

Astagaaaaa, kenapa hidup saya akhir-akhir ini absurd sekali?! Argghh, rasanya ingin berlari, berlari, berlari ke arah yang tak menentu. Hidup tanpa memikirkan yang orang lain rasakan. Hidup tanpa irama yang dinamis, stagnan, bertahan pada rutinitas hingga sebuah kulminasi kejenuhan menghampiri. Hidup tanpa berbagi yang seharusnya tersalurkan.

Entah saya belajar dari mana untuk melakukan hal seperti itu. Colek dibalas pukul, satu hinaan bercanda dibalas rentetan gerutu yang berhati, susu dibalas tuba. Ahh, ini mungkin hanya perasaan saya saja yang mendadak sentimentil total setelah rangkaian kejadian tak ku inginkan datang menghadang.

Tapi, saya saja yang melakukannya tidak nyaman. Bagaimana dengan teman saya sendiri yang menjadi korbannya?! Hha, mudah-mudahan saja mereka mau mengerti, mau memahami. Kalau tidak, ya sudah, kita berhenti saja berteman, mungkin lebih baik jika tak saling mengenal sehingga tak ada kewajiban menegur sapa. Enak di Anda tidak perlu ribet-ribet merayu saya, enak juga di saya yang tidak perlu merasa tak enak hati.
Adaaahh tuhh kan mulai lagi! Haaah..

*Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun..
-April 2010-

23 November 2009

Lelah,..



Hah, sudah hampir dua bulan saya terisolasi dari dunia luar, terpenjara dengan tumpukan kertas dan tugas yang harus saya selesaikan. Setiap hari, lebih dari 12 jam hanya duduk di depan laptop mencari ilmu, mencari pengalaman, mencari kepercayaan. Tiba-tiba saja saya merasa rindu dengan kehidupan lama saya. Kehidupan dimana saya tak harus setiap pagi berangkat ke Slipi, dimana saya tak harus berdiam berlama-lama di depan laptop, dimana saya memiliki orang-orang yang amat saya cintai dan mencintai saya tentunya, berada di sekeliling saya. Sekolah, kuliah, diklat, apapun itu…

Memang menjadi dewasa sulit sekali. Begitupun berada di sekeliling orang yang pembawaannya dewasa. Saya masih terlihat manja, lemah, kekanak-kanakan. Apakah saya pantas dipercaya dan dibanggakan kalau masih seperti ini?! Saya lelah, letih menjadi sempurna. kalau memang kesempurnaan itu hanya milik Tuhan, lalu buat apa saya mencari sebuah titik bertajuk sempurna?! itulah, saya masih anak-anak, belum pantas disebut dewasa.

Tapi satu hal, saya selalu menikmati nikmat ini. Berbagi pengalaman dengan para pejabat BPK dari perwakilan, berbagi kasih dengan teman-teman seruangan, berbagi ilmu dengan senior-senior. Terima kasih Tuhan atas nikmat ini, atas karunia ini. Terima kasih telah menemaniku menelusuri 21 tahun hidupku, menjadi peganganku di setiap hembusan nafasku. Ahhh, saya sadar, setiap kelelahan saya dalam berjuang adalah nikmat yang sangat luar biasa karena sesungguhnya tempat istirahat saya nantinya adalah di surga-Mu, Tuhan..

--trik menyemangati diri saat konsinyering mencapai klimaks,,

14 Februari 2009

Bogor Menggila!

Minggu sore, gw, arab, babi, dan bironk, kami berempat nekat jalan ke Bogor cuman buat makan di Hartz Chicken Buffet. Gw yang memutuskan buat pergi kesana karena gw pengen menikmati alam segar yang gag gw dapet di Jakarta sambil maem sepuasnya! Hoho, seperti biasa ngaret yang menjadi kebiasaan kami kembali terjadi. Janjian jam4, baru jalan jam5, itupun masih ketawa-ketawa! Hahakk, dasar bocah-bocah odong!

Bogor ujan, dingin, tapi tetep masih rame, apalagi ditambah perilaku-perilaku manusia gag penting seperti kami. Arab dengan bacotnya yang kaya kompor meleduk, Bironk dengan gayanya yang makin gag nahan, nah apalagi Babi yang kelakuannya udah kaya monyet! Wkwkwk, seneng bener gw ketawa-ketawa tiada henti, saling menghina satu sama lain. Satu hal yang gw baru sadar, TIDAK ADA PUJIAN YANG KELUAR DARI MULUT KAMI SORE ITU! Semuanya serba celaan, haha..

Nyampe sana uda magrib, pas banget buka puasa. Dingin bener duduk di alam terbuka, ujan pula, tapi suasananya comfy banget dah, denger suara aer sungai yang deres, suara takbir yang berdengung di langit (malam ini malam takbiran-red!), suara ketawa kami, haha.. ahirnya gag kuat, makan ronde pertama selesai, kami masuk ke dalem!

Gda bedanya di dalem ma di luar, ketawa muluuuu. Dasar manusia-manusia kebal, gda urat malunya!haha,, Segalanya dimakan, garlic bread yang melempem, roti yang kata Arab kebanyakan kayu manisnya jadi baunya lebih mirip bau iler, buah markisa yang kata Babi mirip ingusnya Bironk (huweeekz, bikin gag selera dah!), mie ayam yang pake jahe (Ronk, pliz dedh itu kunyit namanya!), calamary yang ternyata bawang bombai ditepungin terus digoreng, semua dah,,

Bega, kekenyangan, mao muntah. Jalan susah, ketawa tetep, hinaan jalan terus. Dasar dodol! Ronde kedua, ketiga, ahirnya pulang. Di jalan sepi pada tidur kekenyangan (well, sebenernya gw gag tau sepi apa gag cz gw ngorok duluan!). Di jalan diliatin orang, di restoran diliatin orang, dimana-mana jadi pusat perhatian orang. Bukan karena gayanya yang kaya artis, tapi karena gag tau malu.

Anda kenyang, saya senang, tak ada hutang...

30 Oktober 2008

Hepi, yang baru, yang baru!

Kebahagiaan..
Semua orang ingin mendapatkannya, membiarkannya menjalar di setiap denyut nadi kehidupan mereka. Mudah bukan?!
Tapi sayang, tidak semua orang berhasil meraihnya, gagal merebut perhatiannya. Ironis bukan?!
Banyak dari mereka yang semakin membabibuta menyelami lautan pecarian, tetapi semakin lelah mereka menjalani detik kehidupan. Tragis bukan?!
Huff, hari ini aku bahagia, kita bahagia, karena masih mencintai Tuhan, karena masih diberi pekerjaan terhormat tanpa harus mencarinya, sementara yang lain belum tentu. Beruntung bukan?!

25 Oktober 2008

Akhirnya Wisuda Juga!















Akhirnya penantian panjang selama 3 tahun berkarya di kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN-red!) tercapai sudah. Selasa, 14 Oktober 2008 kemaren akhirnya akuuh di wisuda!!! Hehe..

Acaranya berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan dari jam 7 pagi mpe jam 4 sore, dan selama itu pula gw gag boleh makan, minum, apalagi ketemu bonyok di luar! Huh..

Seneng tapi juga sedih! Seneng karena pengorbanan 3 tahun lamanya terbayarkan sudah., sengang karena memakai baju keren (hahakk, gag penting!), seneng karena lulus dengan prestasi yang lumayan. Tapi sedih karena harus siap ditempatkan dimana saja, sedih karena udah gag kuliah lagi, sedih karena akan berpisah dengan temen-temenku tercinta! Hah..

22 Juli 2008

Di Atas Sajadah Cokelat

Enak yak rasanya masih bisa berdoa, memohon sesuatu sama Allah yang kita pengenin. Nikmat banget, setuju?! Yap, itulah yang pengen gw lakuin sekarang (tapi kenapa malah nyalain laptop terus nulis yak? Si Amy mah..)

Beneran kali yak kata ustad-ustad kalo kita bedoa malem-malem itu nikmat banget rasanya, apalagi kalo lagi bener-bener niat. Makanya biarpun gw bukan ustad dan belom kepengen jadi ustad tapi gw pengen bangun tengah malem slalu terus bisa memohon sama Allah mpe gw puas. Jadi ada yang berminat ngebangunin tiap tengah malem?! Haha..

Nah, secara sejadah di kamar gw yang gw pake tiap ari warnanya cokelat, jadinya itu jadi inspirasi gw. Tuh sajadah uda jadi saksi mati (ya, iyalah! Kalo idup parno sendiri gw!) apa yang selalu gw minta sama Allah, yang notabenenya cuma gw dan Dia yang tau! Hehe..

Saat ini, di atas sajadah yang warnanya cokelat (waa, gw hari ini abis makan cokelat banyak banget! Haha..), Amy pengen bilang ke Allah, Allah, Amy kangen mama. Tolong lindungin dia yak. Besok dia pulang ke rumah dan mudah-mudahan kesehatan dan perlindunganMu Allah, selalu jadi miliknya. Amiin..

Allah, I Love You. Mama, Amy sayang mama karena Allah.

(_achmyhoolicz!)

21 Juli 2008

Mempertanyakan Ke-Indonesia-anku!

Sebuah pertanyaan klasik, dari zaman jebot waktu gw masih belajar Pendidikan Moral Pancasila ma PSPB (Yang ini gw lupa banget panjangannya! Ada yang masih inget ga?!) di SD mpe sekarang, ketika gw uda mw lulus kuliah dan lagi mengenyam mata kuliah budaya nusantara ma kewarganegaraan. Pertanyaan yang selalu ga pernah bisa gw jawab dengan pasti. Sama halnya ketika lo ditanya seberapa dalam cinta gw ke dia?! Hah, jadi aneh..

Tapi beneran deh, gw bener-bener ga bisa menjawab pertanyaan seberapa besar keIndonesiaan seorang seperti gw?! Apakah gw masih mencintai negeri yang udah menjadi saksi bisu tumbuhnya calon bintang besar seperti gw (Aminn!!!)? Atau pertanyaannya yang gw ubah, apakah gw pernah mencintai Indonesia, tanah air yang udah mengizinkan gw tumbuh di atasnya?! Huh, bingung dah!

Sebenernya bisa aja gw ngejawab, iya dun, gw cinta Indonesia, kan gw uda belajar PMP, PSPB, PPKn, Pancasila dan UUD 1945, Kewarganegaraan, ma Budnus dari gw kelas 1 SD! Belom lagi ditambah upacara bendera tiap hari Senen dan ngedengerin amanah pembina upacara yang bikin kaki gw selalu pegel-pegel setelahnya. Gilingan aja panas-panas suruh dengerin orang ngomong tentang masalah kebangsaan! Tapi kan ga semudah itu menjawab ni pertanyaan. Gw gag tw standarnya apa!

Untuk masalah standar, kayanya gw bener deh! (Haha, kacrut lo ‘my!). Iyap, gw ga tw kadar sebagaimana yang dianggap kalo kita mencintai Indonesia. Apakah dengan ikut upacara bendera tiap Senen udah cukup ngebuat gw dibilang cinta Indonesia (soalnya gw ga pernah cabut loh kalo lagi jam upacara, ga pernah pura-pura sakit atau pura-pura pingsan terus diem di UKS!). Atau apakah dengan ikut bertereak-tereak ngedukung tim Thomas-Uber Indonesia yang berlaga mati-matian di Senayan kaya Agnes Monica? Atau dengan cara ikutan demo di depan Istana Presiden gara-gara BBM mau naek? Atau mungkin dengan nyerang Malaysia gara-gara nyolong banyak harta warisan leluhur Indonesia?! Gag tw deh gw..

Hmm, tapi kalo kadarnya ikut-ikut treak-treak di Senayan mah gw rajanya. Apalagi kalo ngeliat tim Uber Indonesia yang bertanding. Don’t know why, gw sangat mengapresiasi perjuangan mereka yang sangat gigih (menurut gw!) dalam memenangkan babak demi babak sampe ahirnya harus kalah terhormat dari China. Sampe gw nangis diperjalanan pulang dari rumah Ilam dengan berpikir, how proud I am kalo Indonesia yang menang. Dengan nyeleneh malah nyanyi Indonesia Raya, disaat bendera China yang berkibar pas tim Thomas mereka pun berhasil dipertahankan. Dengan membaca ayat kursi dan berdoa sama Tuhan supaya tim Indonesia dikasih yang terbaik. Mudah-mudahan itu cukup untuk mendukung tim Indonesia. Karena gw gag tau apalagi yang harus gw lakukan saat ini demi bangsa dan negara.

Tapi apakah itu caranya gw mengukur keIndonesiaan gw?! KeIndonesiaan kita semua yang udah numpang idup di negara yang katanya ramah, yang katanya berbudaya, dan sejuta katanya-katanya?! Kalo ditanyain UUD 1945, gw apal kok! Ditanyain Pancasila juga bisa, ditanya pahlawan-pahlawan ngelotok, ditanya nama-nama tarian, bahasa, tempat bersejarah, masakan tradisonal, gw ahlinya, asal jangan tanya butir-butir P4 aja, gw ga bakalan bisa jawab! Haha..

Lain hal lagi kalo kadarnya itu dengan memakai produk dalam negeri. Yang satu ni kayanya aga susah gw terapin di hidup gw. Yah, secara sometimes kita harus lebih mentingin kualitas dibandingkan kemiringan harga. Tul’ ga?! Gag tw yak, kenapa sindrom merek masih mempengaruhi barang apa yang gw beli. Terlihat belagu sih, cuma rasanya ga puas aja kalo ga beli barang yang gw pengenin 100%?! Yah, mudah-mudahan produk dalam negeri Indonesia bisa bersaing di pasarnya sendiri.

Tapi biar begitu gw tetep ko dengan setia menikmati hasil karya anak bangsa dengan menonton sinetron. Eits, jangan salah lo! Sinetron juga produksi dalam negeri kan?! Saingan ma film-film Hollywood atau Bollywood. Haha, pasti lo semua ketawa. Gw mah dimulai dari yang beginian aja dulu dah! Biarpun gw gag ngerti seni dan bisanya cuma nikmatin dan komentar, tapi beruntung gw selalu bisa mengapresiasi hasil seni siapapun juga. Sama halnya dengan sinetron dun. Gw harus bisa mempertahankan argumen dan keyakinan gw kalo sinetron itu bagus asal lo bisa ngambil semuanya yang positif. Yah emang sih, semua hal termasuk sinetron punya efek positif dan negatif masing-masing. Pokonya gw cinta sinetron dah! Kalo ditanya jadwal penayangan ma sinopsis sinetron-sinetron, pastinya gw jagoan! Tanpa garuk-garuk kepala, gw bisa lancar ngejawab pertanyaannya.

Huh, kalo ditanya lo sebel ga banyak warisan budaya Indonesia yang dicolong ma Malaysia?! Dengan lantang pasti akan gw jawab ya, iayalah! Masa ya iya dun! Hehe.. tapi ini beneran, gw mpe mengeluarkan sumpah serapah andelan gw buat maling yang sattu itu. Tapi gimana dun, kitanya juga yang ngejagain hal itu baik-baik. Hah, seandainya gw bisa berbuat lebih banyak demi bangsa ini. Tapi apakah ini juga bisa menjadi bukti kalo gw cinta Indonesia?! Belum tentu, bung!

Yah, tapi dengan apapun standarnya, apapun persyaratannya, dengan tulus dan semangat yang membara gw yakin sepenuh hati kalo gw cinta Indonesia. Gw pengen membawa perubahan yang lebih baik buat negara ini. Gw pengen dengan prestasi dan keahlian gw, gw mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di negeri orang. Kaya yang Susi Susanti ma Alan Budikusuma lakuin pas di Olimpiade Barcelona tahun 1992, yang dilakuin tim olimpiade kompouter baru-baru ini, yang dilakuin oleh banyak orang lainnya yang bisa ngebuat ibu pertiwi tersenyum. (Sumpah, gw merinding!). Yup, gw cinta Indonesia.

Tanah air ku tidak ku lupakan

Kan terkenang selama hidupku

Biarpun aku pergi jauh

Disanalah ku dilahirkan

Tanah ku yang ku cintai

Engkau ku hargai…

(_achmyhoolicz!)