Tampilkan postingan dengan label Bubur Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bubur Ayam. Tampilkan semua postingan

6 Agustus 2011

Jogjaaa, Jogjaaa!!

Jumat, 13 Mei 2011..
Bung Yunus dengan taksinya dateng ngejemput gw, Mumun, dan Koh Ritchie dengan bawaan minimalis menuju bandara. Kita berempat mau ke Jogja, dateng ke kawinan Anjar dan Betti. Kedatengan kita kali ini diem-diem, pingin ngasi surprise, bilangnya ga dateng soal, hehe.

Nyampe di bandara, langsung check in dan makan. Untung ga delay, terbang sejam dan jam 8 malem udah nyampe di Adisucipto. Kita nginep di rumah sodaranya Kokoh yang super gede dan ga berpenghuni. Jadilah malem pertama gw ga bisa tidur sama sekali. Ditambah Acan yang langsung dari Banjarmasin belom juga dateng.

Pas subuh, pas Acan dateng, pas gw laper, haha. Sarapan makan bubur Jakarta! *jauh-jauh ke Jogja, makannya khas Jakarta. Abis mandi ganteng, kita nyewa mobil dan jalan-jalan keliling kotaa, yihaa! Sayang Bung harus pergi sama sodaranya, jadilah tinggal berempat ke Candi Prambanan! Pertama kali ke Ratu Boko, foto-foto di reruntuhan Candi, katanya ini tempat Papahnya Roro Jonggrang. Makan disana, dan murah boi. Gemuk dikit gak masalah.

At Ratu Boko.
Setelah asik jepret sana-sini di Prambanan, kita balik ke Malioboro. Gyaa, kebanyakan yang dijual, gw bingung mao beli apa. Alhasil, cuman nemenin Acan sama Bung beli sendal Jogja sama bahan batik. Cape jalan dari ujung ke ujung, kita pulang, mandi, dan ganteng lagi kita, hha. Malemnya makan di restoran, yak gw lupa namanya, dengan sambel yang super duper pedes. Mumun makan lahap kaya kuli ga dikasi makan seminggu. Pulangnya, kita ke Happy Puppy, karokean sama Dimpil yang bawa pacarnya (hosip aja).

At Prambanan, my first! hehe..
Abis karokean, kita nighttrip keliling Jogja dengan temennya Bung yang jadi guide. Kita ngeliat Jogja di malam hari. Lewatin Keraton, muter-muter di alun-alun selatan, terus mesjid raya yang dipake shooting Sang Pencerah, sampe UGM. Sampe mata berat bangett, kita pulang dan tidur.

Minggu pagi, siap-siaplah kita ke Kawinan Anjar. Excited, ketemu Nomaa sama Jibo, dan foto bersama kedua mempelai. Jogja lagi panas-panasnya waktu itu, dan kalo uda gitu gw lemes aja bawaannya. Kelar kondangan, kita makan di daerah Keraton, laperrr bangett boi secara ga sempet makan apapun di kondangan tadi. Makan makanan ala raja-raja keraton, enak-enak, dan yang pualing penting itu murah! Gw makan krim sup kentang sama salad, minumnya sarsapilla. Mantep..

Dan, belanja batiiikkk. Kita ke rumah batik, masih di kawasan Keraton. Mantep nii butik, recommended banget. Gw beli lima biji batik buat ngantor, ihiyy. Sampe ahirnya kita nganter Acan ke bandara buat balik ke Banjarmasin, dan kita meneruskan perjalanan darat via jalur selatan dengan Harun sebangai petunjuk dan pengeksekusi jalan. Kita pulang nebeng Harun sampe Bandung. Pertama kali juga naek mobil dari Jawa ke Jakarta. Ga bisa tidur sama sekali, ngeri. Jalanan gelap, lewatin kota, ke kota yang lain.

Sampe Bandung, makan di deket Balai Kota, makan Nasi Bakar sama minum coklat panas, mantep. Setelahnya, karena Harun harus tinggal di Bandung, kita naik travel deh buat nyampe Jakarta. Lucunya, kita berempat masing-masing naik travel yang beda-beda tujuan. Gw ke Depok, Kokoh ke Slipi, Bung ke Pancoran, dan Mumun ke Ciledug. Dengan sukses gw tidur di samping pa supir selama perjalanan.

Here we are! Happy for you both, Opah n Betti..
Had a very amazing journey with besties. Kayanya masih kurang nih mengeksplore Jogjanya, someday kita jalan-jalan lagi dah. Oke, seeya at Palembang abis lebaran haji yak! :) #kode

Seneng, makanannya murmer banget!!

22 Januari 2011

New Year's Trip: Anyer!!

Ahaiii, akhirnya saya menginjakan kaki lagi di Anyer..

Sabtu-Minggu, setelah melewati pekan yang sangat melelahkan di Padang dan malam pergantian tahun yang luar biasa megah, saya berkesempatan bermalam di Anyer secara gratis. Ya, gratis alias ditraktir. Seperti biasa berangkat ngaret dan personel dalam jumlah yang lebih sedikit dari yang direncanakan sebelumnya.

Bermodalkan snack dan baju, kita let’s go ke Anyer. Sudah ditunggu sang empunya hajat beserta keluarga di Anyer sana. Cukup jauh, saya terlelap. Sesampainya disana, ternyata belum boleh check in. Terpaksalah kita ngemper, piknik di pingir pantai, di bawah pohon yang teduh, persis seperti episode wisata se-RT waktu saya masih SD, ahaha. Setelah makan siang dan solat, kita ngobrol ngalor-ngidul ga keruan membunuh waktu hingga tiba waktu check in jam 3 sore. Obrolan yang rata-rata berisi tentang romantika SMA, gunung berapi dan laut ala Iwe, drama-drama korea ala Indri, travelling ala Darius, sampe tentang Sopia. Yap, yang terakhir memang topik yang tak pernah habis menuai gelak tawa. Dan yang ga kalah penting, rencana jalan-jalan berikutnya. Mulai dari Bromo, Pulau Komodo, Raja Ampat, Lombok, Korea, Aussie, Spore, hingga Macau. Luar biasa..

Sore hari, kami bermain voli pantai. And this is the best part of the day. Lama banget ga main voli. Terakhir main voli girang waktu diklat sama BPK STAN 2008. *haa, mengingat ini membuat saya melow total, kangen. Semoga kita tetap menjadi kupu-kupu yang terus terbang dan menebar kebahagian bagi sesama. Semoga kita tetap menjadi paku-paku tajam yang siap menggemboskan roda-roda tikus politik yang menggerogoti uang rakyat! Leading by example.

Malamnya, sesuai rencana kita bakar ayam dan sosis. Saya hanya nonton dan makan, ahaha. Seru, kenyang. Bangga punya temen bekas urang Bandung tea, jago ngipasnya, kekekekk. Adegan ngasi pulpen untuk Galih juga terlaksana. Emaknya Galih pun ga bosen-bosen masakin kentang goreng. Jadilah mulut saya selalu penuh. 

Minggu pagi, hari kedua di 2011, saya memulainya dengan Banana Boat. Se-tim sama Indri, Iwe, dan Nanto. Bener-bener, Iwe bintangnya banget deh, ahaha. Besok-besok gw lelepin lo di empang deket rumah biar ga takut aer. Adegan main voli pantai juga seru. Saya-Iwe lawan Galih-Keli dengan taruhan yang menang nabok yang kalah. Semangat 45 banget gueeee sampe jatoh-jatoh ga keruan hanya demi nabok, ahaha. Apes, pes, pes. Uda kaki bonyok, kalah pula. Untuk saya tidak ditabok.

Thanks to Abang atas kesediaannya membayari kita ke Anyer. Semoga Allah selalu menjaga hati dan keimananmu, seperti Ia menjaga kokoh gunung-gunung di muka bumi. Semoga Allah selalu menganugerahkanmu cahaya dalam hidup, seperti Ia menciptakan kasih yang terpancar dari Ibumu, terang, abadi. Semoga Allah membentengimu dari fatamorgana dunia, membuat seluruh episode kehidupanmu bermanfaat, dan mempertemukanmu dengan jodoh yang menurut-Nya baik untukmu. Thanks juga untuk keluarganya yang berkenan berbagi bersama kami. Saya ketagihan bakso, kentang, dan ayam goreng ala Mama Galih.

Special thanks untuk Indri, Keli, Iwe, Darius, dan Nanto yang masih menyempatkan diri menemani saya untuk pergi berlibur bersama. Semoga Allah menyertai kalian selalu, memudahkan urusan kalian. Satu hal yang saya pelajari bahwa butuh perjuangan dan pengorbanan untuk memilih melakukan sesuatu yang sudah direncanakan. Semua itu bisa dilakukan dengan perjuangan maksimal, dengan ridho Allah tentunya. Dan, terima kasih untuk seseorang yang telah mengingatkan saya, bahwa manusia yang dipegang adalah omongan dan janjinya.

Dan, ini sekelumit oleh-olehnya.. Enjoy it!

Voli Pantai, so FUN,, *ngadu lawan mas2 vila sebelah

Bakar Ayam, sedap, sedap, sedap!
 
Sarapan Banana Boat, Rock!!
 
Sunbathing, biar  tanning dikit, ahaha!

Padang Berdendang

Setelah Mataram, di Selatan Indonesia, kini saya berkesempatan ke Sumatera Barat. Ya, Padang. Kota yang baru saja diterpa gempa bumi yang menelan banyak korban jiwa dan bangunan yang runtuh di pertengahan 2009 dan gelombang tsunami di salah satu pulaunya beberapa minggu yang lalu.

Kebetulan saya pergi bersama Pa Luthfi dan Agus, jadilah kami tiga serangkai yang saling menyerang satu sama lain, ahaha. Pergi Minggu Malam dengan landed dengan cukup mengkhawatirkan di Minangkabau Int’l Airport karena cuaca buruk, hujan deras dan angin yang kencang. Untung saja sudah dijemput dan siap diantar ke hotel dengan tentu saja mampir di rumah makan Padang dulu. FYI, ternyata Restoran Padang juga berjamuran disana, banyak sekali. Padahal kan kalo dipikir-pikir apa ga bosen gitu ya mereka makan masakan bertema santen terus, heu.

Pagi pertama di Kota Padang, dikejutkan dengan banyaknya gedung yang masih dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Setahun lebih sejak terjadinya gempa ternyata Padang belum pulih. Masih banyak bangunan yang berbentuk puing-puing. Masih banyak juga yang dibiarkan berdiri walau dengan kondisi yang setengah hancur. Setelah entry dan sedikit pengarahan, kami bergegas untuk mencari hotel baru dan dapetlah di daerah yang setahun lalu hancur lebur akibat gempa. Ngeri juga, cuman apa daya, suara saya kalah dengan dua rekan saya.

Kami sempat diantar ke Bukittinggi, sekitar dua jam dari Padang. Pertama, ke Lembah Anai, air terjun yang ada di samping jalan raya, enaknya. Setelah itu, Lubang Jepang, Panorama, dan Ngarai Sianok. Sekali lagi, tujuan pariwisata yang amat sangat bagus namun belum “dimanfaatkan”. Lubang Jepang itu katanya goa buatan tentara Jepang yang termegah di Indonesia. Besar memang, dibuat kagum saya dengan arsitekturnya yang luar biasa. Jam Gadang, Taman bung Hatta, dan Pasar Atas adalah destinasi kami selanjutnya. Jepret sana-sini bak foto model dengan perut gendut kekenyangan makan Nasi Kapau khas Padang. Jam Gadang ini jantungnya Kota Bukittinggi, jadi rame banget. Di Pasar Atas, sempat membeli beberapa cinderamata, sarung, baju koko, dan lainnya. Pulangnya, kami melewati Gunung Merapi Padang dan mampir sejenak ke Danau Singkarak. What a beautiful scenery!

Kami juga sempet berkunjung ke Jembatan Siti Nurbaya. Ya jembatan yang menuju sebuah bukit dimana sang legenda Siti Nurbaya dimakamkan. Makan kepala kakap di dekat Pelabuhan Bungus, setengah jam dari Teluk Bayur yang melegenda itu. Next, Pantai Air Manis, tempat dimana Malin Kundang dikutuk sang Ibunda, merinding saya liatnya, heu. Parah bener dah miripnya. Di Padang juga kami menghadiri nonton bareng final Piala AFF. Sumpah yaa, semangat orang disana ga kalah sama yang dateng ke GBK. Bikin bulu kuduk berdiri, bikin semangat bergelora.

Yah begitulah enam hari di Padang. Bagian ga enaknya (kerja dan begadang-red) ga usah pake diceritain, bikin pusing, ahaha. Sayang, ga sempet ketemu Defi yang lagi hamil muda, heu. Terima kasih Padang atas jamuannya yang begitu berkesan. Jakarta, I am home..

Thanks Allah telah mengizinkan saya bertandang ke sisi lain Indonesia.


At Gadang's Tower

Catatan Lombok

Ahh, akhirnya gw menginjakan kaki di Pulau Lombok dan gratisss. Alhamdulillah,, Pergi sama Pa Adang, Bu Dewi, dan Mba Nana untuk sosialisasi, pengumpulan data, sama tindak lanjut, yahh lumayan empot-empotan sih tapi dibawa asik ajalah daripada setres sendirian, hha,, *Dan apesnya hotel di tepian Pantai Senggigi penuh semua, hadehh..

Seperti biasa, hari-hari, 8 to 5 berkutat dengan kerjaan dan tidak ada yang spesial selain ditunjuk sebagai pembicara dadakan, hadehh rasanya pingin kabur ke Jakarta deh. Lagi enak-enakan makan malem hari Rabu, tiba-tiba aja Bu Dewi menugaskan gw nemenin Mba Nana buat sosialisasi Kamis Pagi, jederrr! Pala gw yang ga pusing tiba-tiba aja mumet mendadak. Tapi yaa dijalanin aja dan Alhamdulillah ga belepotan-belepotan amatlah, hha. Kamis pagi beneran kejadian gw sosialisasi berdua Mba Nana. Jekpotlah pokoknya mah, ahaha. Puji syukur semuanya lancar, paling ngga di mata gw. Pencapaian besar dimana gw mampu mengalahkan ketakutan dan ketidakpercayadirian. Yah maklum, cuman golongan babu dan belom genap dua tahun bekerja. Harus menghadapi temen seangkatan, pegawai senior, dan pejabat struktural yang notabenenya siap menikam gw dengan ilmu-ilmu mereka yang lebih banyak. Ahaha, kadang-kadang gw aja ga percaya, heuu.. Again, Praise of You, Allah. Terima kasih atas ilmu yang diamanahkan ini. Semoga bermanfaat bagi pribadi ini, bagi instansi, dan bagi kemajuan bangsa, amin..

Aga jenuh juga cuman hotel-kantor-hotel-restoran-hotel, sampe ahirnya Kamis sore nyempetin jalan buat beli souvenir di Sekarbella dan Cakranegara. Secara di Lombok ini yang terkenal Mutiara yaa mau ga mau emak gw nitip begituan, ahaha mayan bikin miskin ini, tapi buat emak, apa juga gw lakuin! (ce’elah, haha,,). Makan Ayam Taliwang sama Plecing Kangkung yang khas dan tentunya makanan-makanan lain yang sedap, ahaha. Tak lupa gw menjajal Mataram Mall, yahh mayan deh ngobatin kangen mol, kekekkkkk..

Jumat sore, ketiga rekan setim gw itu ahirnya pulang ke Jakarta dan gw masih di Mataram buat jalan-jalan ke Gili. Sabtu pagi-pagi banget uda harus bawa mobil sewaan ke arah pelabuhan bareng Popon, Mita, Mba Ratna, dan Irwan. Orang-orang yang baru gw kenal seminggu ini, yaa kecuali Popon dan Mba Ratna yang berbulan-bulan bersama di Pusdiklat. Perjalanan darat yang cukup melelahkan. Yang bikin beda, ini jalanan walaupun rusak, kalo liat kanan kita bisa liat laut, Pantai Senggigi, dan kalo liat kiri kita bisa liat gunung. Indahnya, walo harus ekstra hati-hati, haha..*gaya selangit.

Sampe pelabuhan dengan kondisi rintik gerimis kita antre untuk naik perahu dengan bayar Rp10.000,-/kepala. Rada dagdigdug juga ujan-ujan nyebrang laut ke Gili. Well, kali ini gw dan kawan-kawan ini memutuskan untuk pergi ke Gili Trawangan, Gili terbesar dan teramai diantara ketiga Gili yang melegenda itu. Nyampe sana langsung nyewa alat-alat snorkeling setelah sebelumnya jepret sana-jepret sini dengan si DSLR baru, ahaha *pamer, walo masi gemeteran megangnya, hha..

Pantai di Gili ini bersih, banyak bulenya yang pasti, dan sepi. Kondisi bawah lautnya juga bagus. Terumbu karangnya banyak yang lagi diperbaiki tapi ikannya banyak banget. Wahh, first experience banget deh snorkeling begitu gw, hhi. Suka, suka, suka, walau harus masih ditemenin sama guide tentunya, heu. Nii snorkeling juga murah ko, cukup Rp60.000/orang aja kita uda bisa nyebur ke laut dengan gogle, kaki katak, sama pelampung. Guidenya Rp100.000. yah, itung2 amal itu mah. Dan setelah beberes ini itu, kita balik lagi ke Mataram dengan perjalanan yang basah dalam arti harfiah, ujan soalnya. Sampe pelabuhan kita kembali ke Mataram dengan perjalanan darat yang beda. Kali ini kita lewat gunung, lebih susah jalannya tapi lebih deket. Seru juga, liat monyet-monyet liar di pinggiran jalan. Dan setelah sampai di Mataram, gw disediain bakso. Oh God, this is the best part of my journey at Mataram, bakso! Argghh, mantep bener.

Dan sudah pukul 5.00, Sang Garuda siap membawa gw ke pangkuan Ibu, tempat terbaik yang selalu dirindukan. Hampir dua jam gw di dalam pesawat dan tibalah di Bandara Soekarno Hatta dengan Ayah-Ibu melambaikan tangan mereka. Ohh, what a perfect life, thanks my big Lord.

Terima kasih Mataram telah berbaik hati menjamu gw enam hari ini. Terima kasih Popon yang sudah memperlakukan gw sebagai tamunya, ahaha. Ingin rasanya memboyong lo kembali ke Jakarta dan kembali bersama di MIA IA. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

At Gili Trawangan!

4 Desember 2010

Sumpah itu..

Demi Allah, saya bersumpah/berjanji:
Bahwa saya, untuk diangkat menjadi PNS, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara, dan pemerintah;
Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggungjawab;
Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat pegawai negeri, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan saya sendiri, seorang atau golongan;
Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan;
Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara.

***

Jumat, 15 Oktober 2010

Entah mengapa ketakutan muncul dalam diri menghadapi hari ini
Hari dimana saya akan disumpah dengan nama Allah dan Al-Quran
Hari dimana saya resmi menjadi PNS yang siap mengabdi kepada negara
Hari dimana sebuah amanah besar bermula dan dimintakan pertanggungjawaban

Mungkin untuk sebagian orang ini hanyalah sebuah formalitas, tanpa makna
Bagi saya ini sebuah beban berat, penuh konsekuensi
Hingga hati bergetar, tak kuasa menahan air mata
Berlebihan memang, tapi ini ekspresi ketakutan saya akan sebuah kesaksian kelak

Ya Allah Yang Maha Membolak-balikan hati..
Jagalah hati dan keimanan saya dalam berjuang di jalan-Mu..
Jagalah konsistensi saya dalam menjalankan sumpah ini
Jagalah semangat dan kemampuan saya untuk membangun bangsa ini

Ya Allah Yang Maha Melindungi..
Lindungilah saya dari gelap mata hati dan godaan setan yang terkutuk
Lindungilah saya dari fitnah dan konspirasi orang-orang jahat
Lindungilah saya dari perbuatan tercela yang merusak citra kebangsaan

Amiin,,

***

NB..
Hanya mengingatkan diri dengan cara yang berbeda
Tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun
Dan tolong diingatkan jika saya mulai “melenceng” yah..
Semoga Allah bersama kita selalu, amin!!

19 Oktober 2010

Lagi Labil..

Saya ikhlas, sungguh! Walau harus menata kembali prinsip dan hati saya.

Mengenalmu saja sudah sebuah anugerah bagiku, apalagi seperti sekarang yang sudah terlalu dalam. Terima kasih atas segalanya. Satu hal, kamu sangat berkontribusi besar bagi kehidupan saya. Dan tak mungkin bagi saya berkhinat kepadamu.

Namun, jika kehadiran bisu saya membuat hatimu tak nyaman, maka lebih baik saya menghilang, lenyap dari rasamu. Maaf kalau selama ini saya tidak bisa menjadi seseorang yang sempurna, hanya membuatmu berpikir lebih keras untuk berdamai dengan egoku.

Ahaha, ngomong apa dah gw! Doyan bener meracau bikin orang pusing. Yang penting, lo masih harus ngebuat gw ketawa kalo uring-uringan gw kumat..

21 Mei 2010

Oleh-Oleh Pelatihan Menulis!

Tulisan-tulisan absurd saya dalam pelatihan menulis..

Tulisan pertama ini ditugaskan setelah saya menonton sebuah film pendek yang cukup menggugah dan ternyata adalah iklan sebuah merk shampoo terkenal. Lucu, seorang yang serba kekurangan tetapi tetap berjuang dan memenangkan kehidupan! *mao aplot videonya tapi gabisa! Hikss..

Racauan Si Cina
Ah, penat saya jika dipaksa harus merangkai kata demi kata yang menggugah karena detik ini pun saya masih harus digugah oleh alunan irama indah untuk menjalani tekanan kehidupan. Sulit bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa episode kehidupan yang harus saya jalankan kali ini berbeda dengan apa yang diharapkan, berbeda dengan yang orang lain lakukan.

Namun, saya percaya Tuhan Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya, termasuk saya. Untuk apa melakukan hal yang sama dengan yang orang lain lakukan jika saya bisa melakukan lebih dengan kapasitas saya saat ini. Untuk apa berkeluh kesah, toh itu tak akan mengubah apa-apa. Lebih baik saya bersyukur dan mengalunkan biola tak berdawai yang mungkin dapat menginspirasi kehidupan orang lain. Seperti status saya dalam facebook pagi ini, tidak ada alasan sedikit pun bagi saya untuk tidak bersyukur dan menyerah pada kestagnansian! Yap, tidak ada yang tidak mungkin, berkilaulah cin..
***

Kalau yang ini, saya ditugaskan menulis tiga paragraf yang menggunakan gaya bahasa yang berbeda. Ada menengah, yang menggunakan metafora, dan majas-majas lainnya; sederhana yang datar tetapi sarat makna; dan mulia berdaya yang menggugah dan persuasif, ini dia..

MENENGAH

Hari ini, 11 Mei 2010, saya kembali mengikuti Pelatihan Penulisan Laporan di Pusdiklat Kalibata. Entah mengapa, hari ini sang waktu berjalan begitu cepat, bagai Kijang yang berlari di lintasan balap. Padahal ruangan ini begitu dingin, kaku, dan membisu. Ku dapati wajah kerut seorang ibu di depanku yang seolah berkata, aku ingin pulang, menikmati kehangatan keluarga lebih baik dibanding menahan kantuk yang terus mendera. Namun, di antara sisa-sisa harapan ini, kutemukan secercah cahaya pengetahuan yang sangat luar biasa, yang mampu mengangkatku ke langit ke tujuh kelak.
***

SEDERHANA

Kemarin hujan turun sangat lebat. Saya dan teman-teman harus menunggu cukup lama untuk dapat meninggalkan Pudsdiklat ini hingga akhirnya hujan pun berhenti. Saya, Ka Ibet, Bu Is, dan Pak Waluyo lalu langsung bergegas menuju Stasiun Kalibata untuk menanti kereta yang datang menjemput kami, walau harus terpisahkan di sana. Kereta pun datang, kami segera menaikinya dengan penuh kegembiraan.
***

MULIA BERDAYA


Hei pemuda, masih bisakah kau berpangku tangan melihat kehancuran bangsa ini ada di depan matamu? Masih bisakah kau bersantai-santai di kala bangsa ini membutuhkanmu? Ayo kawan, kita bergerak! Berbuat semampu yang kau bisa agar bangsa ini bisa selamat dari keterpurukan, agar anak cucu kita nantinya masih bisa menghirup udara kebebasan yang hakiki.

Special Thanks to Pa Bambang Trimm, trainer kita,,

14 Januari 2010

Hutan ohh Hutan..

Akhirnya PS juga saya ini, hha.. Ga berharap banyak dengan PS perdana ini, kehutanan gituh! Buseng boro-boro gw ngarti sama pohon-pohon di hutan, masuk hutan aja parno! Haa, kenapa harus kehutanan, tapi yaa Alhamdulillah masih dikasih kesempatan belajar, bereksperimen dengan hal yang baru, berbagi dengan orang-orang yang baru.
40 hari lamanya gw harus meninggalkan rumah dan hijrah ke Bogor. Senenglah secara Bogor deket sama Depok, terus kota kuliner dan gw suka banget kulineran, hha! Seru juga punya kehidupan baru, menghilang dari dunia yang selama ini gw jalanin. Tapi beneran, yang ada dipikiran gw cuma makan, makan, makan, dan makan. Tiap hari ada aja ide buat nyari resto, kafe, atau apapun itu namanya buat menjajal kuliner ala Bogor. Sedap, sedap, sedap, hha..
Gw, Oki, Mba Susi, Mba Soli, Mas Gede, dan Tante setim dengan Bu Atun sebagai masinisnya. Wedeeehh, orang-orang baru yang jenius di bidang kehutanan (selain Oki dan Tente tentunya,hha..). Tapi serius, mereka emang harus dapet acungan delapan jempol dah untuk urusan peta-memeta, tanah menanah, pohon-memohon (hadaahh, lebay!). Saya banyak sekali belajar dari mereka, yaa tentang PS, tentang hutan, tentang kehidupan.
Hari demi hari berlalu, belum ada yang istimewa dari PS, ga seperti apa yang orang-orang bilang! (yaa, tentunya selain hari dimana gw dapet duit SPPD, hha..). Tapi kita semakin berbagi hati antar sesama anggota tim. Asiknya bergaul dengan teman baru. Bu Atun yang galak tapi sering jadi korban kami, Mba Susi yang asoy geboy dan pekat (hha..), Mba Soli yang bawel tapi dodol, Mas Gede yang gede tapi lucu, mereka yang mengisi hari-hari saya sebulan lebih di Bogor.
Jadi, selain pemeriksaan itu, kerjaan gw ya kuliner ke seluruh tempat di Bogor, mulai dari emperan sampe kafe kelas 1, sedap! Dan yang paling berkesan itu gw bisa bawa mobil di Bogor, mangstaabb! Ahhh, jadi semangat banget buat belajar mobil lebih serius supaya nanti bisa bawa kemana ajah, hhe.. Thanks buat Tante yang rela meminjamkan jazz-nya buat gw bawa, ahaha..
Dan dengan penuh perjuangan, ahirnya PS pun selesai, konsinyering pun selesai. Lega, banget! Rasanya ga ada tanggungan lagi. Ternyata sebosan-bosannya di ruangan itu lebih enak daripada harus tugas di negeri orang, hha.. terima kasih kepada semua pihak yang telah mengizinkan saya ikut serta dalam penugasan itu.

23 November 2009

Ini daerah bung, bukan ibukota,..

Dalam sebulan ini, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk berkeliling ke berbagai kota yang ada di Indonesia. Sebut saja Semarang, Medan, dan Ternate. Ada yang berbeda dengan kehidupan yang saya jalani di ibukota, saya pun sedang mencari apa perbedaannya.

Saya memang terbiasa dengan hiruk pikuk ibukota lengkap dengan kemeriahan dan kemacetan yang terjadi di dalamnya. Tapi buka itu yang saya ingin bahas. Semua orang juga tahu kalau saya anti hidup selain di Jakarta. Yaa, karena memang orang tua saya tinggal di Jakarta dan saya memang terbiasa dimanja dengan fasilitas yang serba ada di Jakarta. Yang ingin saya bahas di sini, mengapa daerah-daerah yang saya kunjungi itu tidak memiliki fasilitas yang sama dengan ibukota?

Wilayah mereka jauh lebih luas dari Jakarta, masyarakatnya pun juga membutuhkan hal-hal yang sama dengan masyarakat ibukota. Ya, saya tahu itu karena saya selalu bertanya kepada mereka yang tinggal di daerah-daerah yang saya kunjungi. Sekarang, kalau hanya ibukota, atau kota-kota besar yang mendapat fasilitas yang sesuai, bagaimana bangsa ini mau maju secara utuh, secara keseluruhan? Medan, yang dikenal sebagai kota terbesar dan teramai ketiga setelah Jakarta dan Surabaya saja sulit sekali didapati angkutan umum. Ternate, sulit sekali berkomunikasi dengan orang-orang pusat melalui telepon, internet pun sulit sekali diakses.

Lalu, setelah apa yang saya dapat di daerah, apakah pantas kalau banyak masyarakat Jawa yang notabenenya menjadi pusat peradaban di Indonesia enggan untuk melakukan transmigrasi ke daerah-daerah terpencil? Apakah memang pemerataan tak akan pernah terjadi di Indonesia?

Satu hal yang wajib saya syukuri bahwa hingga saat ini dari saya lahir, saya mendapatkan fasilitas berlebihan yang membuat saya lebih mudah dalam menjalani hidup. Memang akan selalu jenuh dan terisolasi ketika saya berada di daerah. Tapi ini daerah bung, bukan ibukota tempat anda dimanjakan dengan berjuta kenikmatan. Namun tetap saja, saya bangga bisa ke daerah-daerah itu. Asli, indah, dan memukau. Sebuah sisi lain dari kehidupan yang ada di Indonesia. Yah, hitung-hitung bertemu dengan sahabat-sahabat saya di perwakilanlah.

29 April 2009

Kisah Kebaikan Hati Seorang Sahabat!

13 Maret 2009
Ngomong sama Mumu dengan gaya bibir yang dimaju-majuin..
“Muuu… Tolongin kumpulin uang dari anak-anak yang mao foto kopi soal-soal tryout PBJ dongg! Goceng Mu, gw gy ribet ngumpulin uang outbond, lo aja yak?! Tolong Muu….”
Dengan semena-menanya gw tereak di depan kelas…
“Oiii, yang mao foto kopi soal-soal PBJ, kumpulin uang ke Mumu, goceng, cepetan..”
Mumu bingung! Banyak yang ngerubutin doi dengan tiba-tiba..
Abis kuliah. Lagi-lagi dengan semena-mena..
”Muu, ayo kita foto kopi soalnya, temenin gw, sekalian loundry baju lo!”
”Cepetaaaaann Mu, lelet amad siiih!”
Mumu, mao aja gw tereak-tereakin. Kita minjem motornya Widi, serem bangeeet! Frenki nitip jaket basah yang bikin kiloan Mumu naek, haha. Kita berangkat ke tukang fotokopian deh, dengan hati yang ikhlas! Ribet dah tuh abangnya, nombok pula! Perginya Mumu yang bawa, pulangnya gw! Pas ada razia polisi, untung gag kena. Tuhan masih ngelindungin kita yaa! Feeling gw tokcer kan?! Haha..
Abis makan malem..
”Muu, ambil fotokopian yuukk, temenin gw tapi jangan malem-malem, gw belom belajar! Pinjem motornya Ardian aja..”
Di parkiran..
”Muu, maab yaa ngerepotin! Mudah-mudahan dengan ikhlas ngebantuin banyak orang kaya gini, repot-repot di kala yang lain belajar, besok kita jadi gampang ngerjain ujiannya! Makasii yaa muu..” *sambil cengar-cengir seperti biasanya, hehe..
Naek motor ngambil fotokopian! Gilaaa, berat cooy sekardus parah! Bensinnya ardian pake abis, waw! Mumu ke Giant pulangnya, gw nitip Hamtaro! Sendirian naek motor ke Pusdiklat bawa-bawa kardus! Untung ada Mba Ncus yang bantuin bawain, berat boyy!memang wanita satu itu sangat perkasa, ya lahirnya yaa jiwanya!n_n
Pulang dari Giant..
”Muu bantuin bagiin dongg! Abis itu kita belajar, oke Mu?!”
Malemnya gw kecapean, tidur, cuma belajar dari satu berkas soal..
Besok pagi pake acara push-up dipermalukan di depan umum bersama Mumu juga gara-gara lengan baju tak dikancing, astaga! Ujian bengong, mengharapkan belas kasihan Tuhan..

13 April 2009
Hasil ujian sertifikasi PBJnya uda keluar, Mumu uda di Samarinda..
”Mu, ujian kita L4, horeeee!!”

Gw cuma mao bilang, makasii berat Mu, maab kerjaan gw ngerepotin lo, menjebak lo melakukan tugas-tugas yang seharusnya tidak lo lakukan! Tapi gw percaya, dengan usaha minimalis gw belajar malemnya dan tiba-tiba dapet L4 pasti gara-gara lo ikhlas nemenin gw melakukan itu semua. Bener kan Mu apa yang gw bilang di parkiran. Tuhan lagi-lagi baik yaa sama kita! Jadi, ayo bareng-bareng kita lakuin semuanya dengan hati, doain gw yaa Mu..


Dedicated for Muammar Fauzy, si kuda manyun.. n_n
(Eh, ada salah dialog gag? Haha..)

GW BENCI DIKLAAAATTTT!!


Apa-apaan nih, masa mao makan harus ngantri, nungguin orang laen ngambil! Belom lagi kalo ada yang gag kedapetan makanan, ribut deh! Harus disiapin segala, kaki dihentakin ke lantai! Apa maksudnya coba?! kampreetttttt!!!

Semuanya harus baris kalo mao ngapa-ngapain. Buseng, gw ini mao jadi auditor bukan jadi pasukan pengibat bendera apalagi tentara!

Tidur sekamar berempat, rebutan suhu AC, gag ada teve, gag ada yang beresin, gag ada guling, ribet bener, gag ada privasi lagi, mandi gag bisa lama-lama semau gw, semuanya serba dikejar waktu!

Di kelas bosen, gag ada hiburan! Belajarnya diulang-ulang! Mending kalo jatohnya gw ngerti, nah ini ngantuk, mao tidur susah, mao ngobrol gda yang asik, mao ngenet batre abis, siaaalll... Mbok yaa belajar sendiri aja!

Ahh, ketemunya dia lagi-dia lagi, maleeessss! Pengen lepas cepet-cepet dari penjara kaya gini. Masa mao keluar aja harus pake kartu izin keluar yang cuma ada lima untuk 75 orang. Kapan jatah gw jadinya!!!

Pengen pulang, pengen pulang, pengen pulang. Pengen ketemu nyokap gw, pengen bebas, pengen jalan ma temen-temen gw! Kapan sih Jumat dateng, lama bener rasanya! Gw uda gag tahan nih.. Sebeeellll...

Hah, apel lagi, apel lagi! Cape, bosen dengerin petuah berulang, males baris-baris, gag penting banget. Untung jabatan ketua kelas gw udahan, jadi gag perlu repot-repot lagi ngebarisin orang..

Adoooh, pake acara senam pagi! Males banget sih! Pushup, situp, lari kelilingh pusdiklat, yaelaaaah gag penting banget!
Pokonya nih diklat gag ada bagus-bagusnya buat gw, kamprettt...

*Ditulis pada paruh awal diklat auditor terampil!!

28 Oktober 2008

0,01 itu....

Hmm, ini bukan tentang tarif sms yang semakin murah, bukan juga tentang bilangan-bilangan dalam aljabar yang harus dengan susah payah dikalkulasikan, bukan pula tentang nomer cantik handphone yang sedang diburu para kolektor nomer, ini tentang rencana, yap rencana Tuhan buat gw.

Senin, 13 Oktober 2008-Yudisium
Hari ini gw degdegan banget, ya karena gw bakalan tau berapa ipk gw selama kuliah di STAN, bakalan tau juga peringkat berapa gw dari 751 anak akuntansi yang nantinya bakal mempengaruhi dipenuhi atau tidaknya penempatan gw, dan juga karena rambut gw masih merah sementara gw bakalan ngebacain nama plus ipk anak-anak se-akun di depan banyak orang, termasuk orang sekre! Hehe,,

Semuanya berjalan baik-baik saja, pun ketika gw tau nama gw masih di lembar pertama dari sebelas lembar urutan ipk dan ternyata gw gagal dapet predikat cumlaude atau terpuji. No problemolah asal masih oke, hehe! Abis ngebacain nama anak-anak, dan denger nama gw juga uda disebut, solatlah gw, itu sekitar jam 2 siang. Hape ma tas ge titipin ke Koco yang masih setia duduk di dalam gedung P dengerin kelanjutan nama anak-anak.

Semua bermula ketika acara selesai dan gw foto-foto bareng anak-anak 3Q (sumpah, gw kangen kongkow2 di plasma barengan lo semua!), banyak orang yang ngecakin gw dan miris ma nasip gw yang ipknya kurang 0,01 lagi untuk menjadi terpuji. Gw masih anggep itu biasa dan ketika gw liat hp (jeng, jeng, jeng, jeng! haha), ada belasan message numpuk dan isinya setipe, miris dengan 0,01 gw! Disitulah gw baru sadar kalo ipk gw kurang 0,01 untuk mencapai predikat cumlaude dan memperbaiki peringkat gw.

Emang dasar setan tukang godain manusia dan gwnya juga bego, mao aja digodain ma setan, hal ini mengganggu rasa syukur gw yang tadinya sangat dasyat (Tuhan, maafkan aku!). Memang rasa syukur itu tidak hilang, (dan tidak akan pernah hilang, aku janji Tuhan!), tapi ada sedikit pertanyaan di benakku, kenapa 0,01 yang notabenenya angka yang kecil itu tidak Tuhan kasih untukku, dan ini mengganggu sekali!

Selasa, 14 Oktober 2008-Wisuda
Kebahagiaan gw di wisuda dan kumpul bersama mama, papa, serta teman-teman di hari yang melelahkan itu mengalihkan pusaran pertanyaan yang ada di benak gw kemarin. Namun, masih terlintas 0,01 itu di pikiran walau hati sudah mulai ikhlas menerima semuanya. Kenapa yaa Tuhan gag kasih 0,01 itu?!


Jumat, 24 Oktober 2008-Pengumuman Penempatan
Setelah sekian lama gw nunggu pengumuman penempatan instansi, akhirnya selepas magrib hari ini pengumuman itu ditempel. Alhamdulillah, hanya syukur yang ada di benak gw. Tuhan baik banget, dan gw berharap ga ada hal yang merusak syukur gw kali ini. Gw diterima di BPK yang notabenenya pilihan pertama gw dan yang lebih menyenangkan, gw diterima bersama teman-teman sepermainan. Huff, terima kasih Tuhan.

Jeder, kaya disamber petir, tiba-tiba Mike ngasih tau kalo yang ipknya diatas 3,50 atau dengan kata lain lulus dengan poredikat cumlaude dan 0,01 lagi gw mencapai predikat itu, apapun pilihan mereka, BPK kek, Depkeu kek, BPKP kek, mereka pasti ditarik ke Depkeu. Subhanallah, rencana yang amat sangat luar biasa yang jauh berada di luar jangkauan logika manusia. 0,01 gw ditahan sama Tuhan supaya gw bisa masuk BPK, bisa masuk instansi pilihan pertama gw.

Waaa, mao dikata kaya apa, aer mata gw gag bisa ditahan, nangiiis mulu! Nyesel senyesel-nyeselnya, kenapa gw bisa mempertanyakan 0,01 itu, kenapa juga gw bisa ngebiarin hal ini merusak syukur gw! Rasanya pengen sujud syukur on the spot tapi gag mungkin karena rame banget! Tuhan, makasii atas rencana-Mu yang amat sempurna ini, maafin aku karena mendustakan nikmat-Mu!

Huff, 0,01 yang ngerubah hidup gw, 0,01 yang buat gw makin ngerti pentingnya manjaga syukur, 0,01 yang ngebuat gw minggu depan mulai kerja di BPK bareng temen-temen, 0,01 yang bikin gw terkenal. Hahakk.. Terjawab sudahlah semua pertanyaan yang berputar di benakku sejak 11 hari yang lalu, dengan jawaban yang indah, langsung dari Tuhan.

Nb:
Makasii buat semua temen-temen, Norma, Mas Rudi, Aa’, Yunus, Geng Cihuy, Mike, yang uda ngajarin gw cara bersyukur, yang uda nyadarin gw untuk menjaga syukur di hati gw!

Teteh, ini buat lo! Luv u beib! Hehe..

17 Oktober 2008

Selingkuh yang Jadi Populer!

Waw, kayanya fenomena selingkuh sekarang uda jadi gaya hidup buat sebagian kalangan masyarakat. Bukan cuman dari kalangan yang tuwir-tuwir (alias uda punya bini), tapi kayak ga mau ketinggalan kalangan muda-mudi uda biasa banget ngelakuin selingkuh tanpa takut karma yang mereka bakal dapetin.

Banyak orang yang ga mikir kalo mereka selingkuh itu bisa menyakitkan hati dirinya dan pasangannya, tapi ada juga mereka yang selingkuh karena sengaja selingkuh untuk menyakitkan perasaan pasangannya, bahkan ada juga yang selingkuh karena ikut-ikutan, secara selingkuh uda jadi langganan dalam suatu hubungan, yah dibilang lifestyle sih terlalu keren kayaknya!

Sekarang kalo kita telaah lebih lanjut (ce’elah bahasa lo my’!), banyak banget cerita film yang bertemakan selingkuh atau hadirnya pihak ketiga. Beuh uda ga keityung dah berapa judul film yang pake kata-kata selingkuh di dalemnya. Belom lagi judul-judul lagu yang ngehits karena ada lirik selingkuh pada lagu tersebut. Sedeng kali yak orang-orang, wong selingkuh ko dibolehin sekali aja, kaya judul lagunya Selingkuh Sekali Saja punya She, ada lagi Merpati yang ngerilis lagu Tak selamanya Selingkuh Itu Indah (lha, bukannya yang namanya selingkuh itu ga pernah indah yak?!), terus ada lagi lagu yang judulnya Jangan Pernah Selingkuh. Buseeet dah banyak bener kan lagu yang bertemakan selingkuh, yang menginplisitkan kalo selingkuh adalah fenomena percintaan sekarang-sekarang ini.

Sebenernya gw juga kurang tau apa sebenernya penyebab orang buat ngelakuin serong, atau selingkuh (sah, serong, jadul banget bahasa gw!)? secara gw juga ga pernah selingkuh biar orang-orang sering ngucapi kata selingkuh karena gw jalan bareng temen yang tidak sering jalan bareng gw (maksud loh?!). yah begitulah, mungkin orang selingkuh buat nyari suasuan baru, bosen ma pasangannya, nyari cadangan pengganti pasangannya, buat negdapetin petualangan (yang ini gw ngasal!), atau buat apalah gw ga tau!

Jadi, daripada lo selingkuh, whatever alesan lo buat ngelakuin itu, mendingan sekarang lo coba dengerin dan maknain lagunya mba KD (Krisdayanti loh, bukannya Krisbiyantoro!) yang judulnya Cobalah Untuk Setia. Sapatau lo ga kemakan sama lifestyle yang namanya selingkuh, walaupun sekali saja. Hehe!

Yang selalu ku inginkan,
Yang selalu ku nanti,
Kau coba untuk mengerti,
Apalah arti mencinta,
Dan harus kau sadarri,
Bila ingin bersamaku,
Jangan coba kau ingkari,
Cobalah untuk setia

21 Juli 2008

Alasan Orang Botak

Hemm, sebenernya ini teori gw dari zaman SMP dulu, waktu gw harus ospek dengan kepala botak dan gw benci banget hal itu. Saking keselnya gw mengeluarkan hukum yang gw sebarin ke orang-orang, yah sampe sekarang ini sih mereka ngangguk-ngangguk aja uda kaya burung kakatua. Haha..

Yup, gw punya teori kenapa banyak orang yang botak dan dampak kebotakan mereka di mata orang lain, terutama gw! Setelah gw analisis, ternyata alasan orang botak itu kebanyakan karena mereka tidak terbiasa memiliki rambut di kepalanya (jadi, pada intinya dari lahir selalu botak), terus ada juga dengan alasan kesehatan seperti supaya ga ketombean, ga kutuan, dan ga gatel-gatel pas upacara atau pas ditanyain ma guru. Ada juga yang botak karena ikut-ikutan temen segenknya, karena kalah taruhan, karena iseng, dan alesan-alesan lain yang kalo gw sebutin jatohnya makin ga logis.

Seteleh penelitian lebih lanjut, ada loh ternyata orang yang emang dari kecil tuh palanya ga pernah ditumbuhin rambut. Sampe-sampe doi beli alat cukur sendiri (itu loh yang kaya mesin-mesin pemotong rumput! Well actually, gw gag tw dah itu namanya apaan!). Lo bayangin aja, katanya baru tumbuh rambut dikit aja palanya uda gatel dan sampe tingkat stadium yang lebih lanjut, katanya bisa bikin kepala pusing dan ga bisa mikir! ah, itu mah alesan aj kali yak?! Hihihi..

Nah, awalnya teori kebotakan seseorang gw berhenti disini aja. Tapi setelah gw lulus SMP dan harus mengikuti MOS, MOPD, ospek, atau apapun itu namanya, kepala gw harus dibotakin lagi. Empet tapi apa daya?! Keluarlah hukum kebotakan baru gw, yang kali ini berjudul dampak kebotakan bagi orang yang botak itu dimata orang yang ngeliatnya. Ada tiga teori nih.

Yang pertama, ada orang yang botak karena emang itulah style doi. Tuh rambut yang numbuh di kepalanya ga bisa dikompromiin untuk berubah ke gayanya yang lain. Dengan kata lain, botak adalah gayanya yang paling mantep (sebenernya sih biasa aja, tapi kalo dibandingin ma kepalanya kalo lagi pake style nonbotak mah lebih cocok!). Yup, gw udah menemukan orang-orang seperti ini. Pengen rasanya ngutak-ngutik rambut mereka tapi kan gw ga bisa! Jadi kesimpulannya, orang-orang yang botak dengan alasan ga ada style laen dapat dimaklumi kebotakannya, karena gw juga bingung, model rambut apa yang pas dikepala mereka selain botak. Daripada tambah ancur, gw setuju lo pada botak dah kalo gitu caranya. Hehe..

Yang kedua, orang borak yang membawa efek sexy pada dirinya. Yup, pengamatan dan wawancara yang pernah gw lakukan di SMA dulu, ternyata banyak cewe yang tertarik dengan cowo botak karena terlihat lebih sexy. Hmmm, berarti emang harus diakui kalo ada sebagian orang yang berkepala botak itu membawa efek sexy buat orang yang menikmati wajahnya. Kalo jenis yang satu ini, gw jarang banget nemuinnya. Tapi yang pasti adalah orang-orang yang beruntung, karena kebotakan mereka, mereka dicap sexy dan digandrungi banyak orang.

Nah, kalo yang ketiga, ini yang paling parah. Orang yang dibotakin akan terlihat seperti ikan cupang. Kenapa gw pake istilah ikan cupang?! Karena lucu aja! Haha.. Yup, orang-orang yang berbotak ria dengan dampak yang satu ini biasanya karena diharuskan botak, salah potong, kormod, ikut-ikutan, atau ga ngerti cara bergaya dengan baik. Ga tw kenapa ko rada sebel aja ngeliat orang yang botak dan jatohnya kaya ikan cupang ini. Contoh orang yang berbotak dan kaya ikan cupang ini mah banyak banget gw temuin di sekitar gw idup. Yah, tapi asal mereka menyenangkan ya ga masalah dah buat gw! But please, besok-besok jangan lo botakin pala lo lagi dun! Oke2?!

Belom ilang kekesalan gw selama tiga taun gara-gara harus botak pas masuk SMA, eh gw harus menjalankan ospek kampus dengan kepala yang botak juga. Makin dongkol gw ma orang-orang botak. Kenapa harus ada style botak?! Huh, karena gw sangat amat ga cocok banget kalo harus ibotakin. Pala gw akan terlihat lebih besar. Begitupun dengan badan gw yang akan terlihat sedikit menggelembung akibat efek botak. Sebel..

Dan setelah itu muncullah teori kelanjutan tentang kebotakan ini setelah gw merasa seperti ikan cupang di awal-awal perkuliahan gw. Yup, teori tentang dampak negatif orang yang berkepala botak. Yah, kalo dipikir-pikir botak itu bisa ngebuat badan dan pala orang yang berbadan besar akan terlihat lebih besar. Begitupun sebaliknya, botak juga akan membawa efek kecungkringan buat orang-orang yang berbadan dan berkepala kecil. Udah gitu, botak bisa bikin badan dan pala lo ga singkron, lah gw juga sebenernya ga ngerti cuma gw pusing harus pake bahasa apa selain singkron. Hehe! Dampak selanjutnya, botak itu bisa bikin pitak lo keliatan dan bikin lo aneh kalo lo lagi foto bareng orang-orang. Lo akan terlihat sedikit nerd, kaya alien yang ikutan foto bareng orang bumi. Gw ada kok contohnya. Baru-baru ini gw dapetin loh! Haha..

So, pada intinya teserah lo dah mw botak kek, mw dibonding kek, mw di polem kek atau diapain juga senernya gw juga ga peduli. Apapun yang gw tulis cuma pengen berbagi. Abisnya sekarang di sekitar gw banyak banget tumbuh orang-orang botak yang kalo gw komentarin malah bikin gw emosi jiwa. Tapi ada loh yang kepengaruh ma gw! Huhu.. Yah, semoga apapun model rambut lo, itu adalah model rambut yang paling pas buat kepala lo! Keep it bald men..

Oia, sekedar berbagi informasi yang gw juga baru tau nih. Kemaren gw buka-buka kamus bahasa Inggris (Cieeeh, songong banget yak!). Ternyata bald itu selain artinya botak, juga punya arti tidak menarik. Gw ga ngerti maksud ni kata apa, tapi kalo gw tarik kesimpulan ma teori kedua gw, poin ketiga, yang menganggap orang botak itu kaya ikan cupang mungkin bener kali yee.. Pisss!! Haha…

(_achmyhoolicz!)